PHC Gubernur Mirza Bangkitkan Kemandirian Petani di Lampung Tengah

Headline, Lampung92 Dilihat

Lampung Tengah – Semangat mewujudkan kemandirian petani terus diperkuat Pemerintah Provinsi Lampung melalui Program Desaku Maju. Sebanyak 220 petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pupuk Hayati Cair (PHC) yang digelar di Desa Simbar Waringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) sekaligus mendorong petani mampu memproduksi pupuk secara mandiri guna menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Lampung Tengah, I Nyoman Gunadiarsa, mengatakan saat ini sekitar 60 persen petani di Lampung Tengah telah mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pertanian. Menurutnya, kondisi tersebut harus terus ditingkatkan agar petani tidak lagi bergantung pada produk dari luar daerah.

“Petani Lampung Tengah harus semakin mandiri. Jangan sampai kebutuhan pertanian masih dibeli dari luar daerah. Dengan kemandirian petani, perekonomian daerah akan tumbuh dan inflasi dapat ditekan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal atas perhatian dan dukungannya melalui penyaluran bantuan Pupuk Hayati Cair kepada kelompok tani di Lampung Tengah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung atas bantuan PHC bagi petani Lampung Tengah. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian,” katanya.

Menurut I Nyoman, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Deni Nardi, yang mewakili Kepala Dinas KPTPH Elvira Umihanni, mengatakan Gubernur Lampung menargetkan hingga akhir tahun 2026 program PHC telah menjangkau 2.000 desa di seluruh Provinsi Lampung.

BACA JUGA:  Sidak Anggota DPRD Karimun di Bekas Tambang Pasir Moro Dipertanyakan, Warga: Untuk Kepentingan Siapa?

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga membangun kemandirian petani agar mampu memproduksi Pupuk Hayati Cair secara berkelanjutan.

“Harapan Bapak Gubernur, petani tidak lagi bergantung pada pupuk dari luar. Petani harus mampu memproduksi PHC sendiri sehingga tercipta kemandirian pupuk di tingkat desa,” jelas Deni.

Khusus di Kabupaten Lampung Tengah, lanjutnya, masih terdapat 51 desa yang akan menjadi sasaran pengembangan program PHC. Sebelumnya, pada tahun 2025, program tersebut telah berjalan di lebih dari 88 desa. Untuk tahun 2026 sebanyak 165 desa.

Dengan perluasan program tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis produktivitas pertanian akan terus meningkat sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penyumbang produksi pangan terbesar di Indonesia. Program PHC juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui efisiensi biaya produksi dan pertanian yang lebih berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *