Unila Borong Dua Penghargaan Nasional

Kampus Hijau dan Perpustakaan Hijau Terbaik

Headline, Pendidikan62 Dilihat

SURAKARTA — Komitmen Universitas Lampung (Unila) dalam membangun ekosistem pendidikan yang ramah lingkungan kembali mendapat pengakuan nasional. Unila sukses memboyong dua penghargaan sekaligus dalam ajang APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 yang digelar di Harris Hotel & Convention Solo, Surakarta, Jumat (7/8/2026).

Dua penghargaan bergengsi tersebut adalah Anugerah Kampus Hijau (Green Campus Award) dan Anugerah Perpustakaan Hijau (Green Library Award) yang diberikan kepada Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Unila.

Sertifikat dan trofi penghargaan diterima langsung oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam rangkaian Konferensi Literasi Hijau Indonesia (KLHI) ke-3 Tahun 2026.

Penghargaan tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Ketua Panitia KLHI III 2026, Ali Mutakim, mengatakan Unila dipilih melalui proses digital profiling yang dilakukan secara komprehensif dan objektif.

Menurutnya, tim penilai tidak hanya melihat implementasi program di lapangan, tetapi juga menelusuri rekam jejak digital perguruan tinggi, mulai dari situs resmi, pemberitaan media, hingga publikasi ilmiah yang tercatat di Google Scholar.

“Penilaian tidak hanya berdasarkan aplikasi di lapangan, tetapi kami melakukan profiling mendalam terhadap situs resmi, pemberitaan media, hingga rekam jejak publikasi ilmiah perguruan tinggi di Google Scholar,” ujar Ali Mutakim di hadapan ratusan delegasi perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara.

Ia menambahkan, Unila dinilai konsisten berada di atas rata-rata dalam mengimplementasikan sekaligus menyebarluaskan literasi hijau dan membangun ekosistem kampus berkelanjutan.

Bukan Sekadar Piala

Bagi Unila, dua penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian seremonial. Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyebut penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan terhadap kerja bersama seluruh elemen kampus dalam membangun budaya yang peduli terhadap lingkungan.

BACA JUGA:  Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Way Rarem Lampung Utara

“Penghargaan Green Campus dan Green Library ini bukan sekadar piala, melainkan bentuk pengakuan atas langkah Unila mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam tridharma perguruan tinggi,” ungkap Prof. Lusmeilia.

Integrasi tersebut, lanjutnya, dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari kurikulum, riset ilmiah, tata kelola fasilitas, hingga pelayanan perpustakaan yang mengedepankan prinsip ekosistem hijau.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui program-program konkret di lingkungan kampus. Salah satunya adalah program penanaman pohon bagi mahasiswa baru, efisiensi penggunaan energi, serta digitalisasi layanan perpustakaan guna mengurangi konsumsi kertas.

“Di Unila, gagasan literasi hijau tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi langsung diterjemahkan ke dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Kampus Dituntut Jadi Penggerak Perubahan

Konferensi Literasi Hijau Indonesia ke-3 juga menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global.

Rektor Universitas Musamus, Dr. Ir. Daud Andang Pasalli, S.T., M.Eng., menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk mendorong lahirnya solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Di era kuantum saat ini, di mana dinamika global saling terhubung, pengembangan literasi hijau di kampus adalah kunci,” tutur Daud Andang.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi, dari Sumatra hingga Papua, untuk mendukung berbagai agenda strategis nasional. Kolaborasi tersebut dinilai penting, terutama dalam memperkuat ketahanan energi terbarukan, ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Bagi Unila, penghargaan Green Campus dan Green Library menjadi penanda bahwa upaya membangun kampus berkelanjutan mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Lebih dari itu, penghargaan tersebut memperkuat pesan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga dapat menjadi laboratorium nyata bagi perubahan perilaku dan pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Sekda Marindo Kunjungi Booth PGN Area Lampung di Bandar Lampung Expo 2026

Ajang KLHI ke-3 dan APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia, Konsorsium PTN Indonesia Timur, perwakilan kementerian, serta delegasi internasional dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *