Sekda Metro Dorong Aset Daerah Jadi Mesin PAD

Headline, Kota Metro13 Dilihat

METRO, — Pemerintah Kota Metro didorong untuk semakin aktif mengoptimalkan berbagai potensi daerah, mulai dari aset milik pemerintah, pengendalian harga kebutuhan pokok, hingga pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Ahmad Hariyanto, saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Senin (31/8/2026). Apel tersebut dilaksanakan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Metro sebagai perangkat daerah yang bertugas.

Dalam arahannya, Ahmad menegaskan bahwa Disperindag memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Metro.

Namun, ia juga menyoroti besarnya potensi aset Pemerintah Kota Metro yang berada di kawasan pasar dan pertokoan. Menurutnya, aset tersebut harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah Kota Metro memiliki banyak aset terutama di lingkungan pasar dan pertokoan yang harus kita optimalkan untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.

Menurut Ahmad, optimalisasi PAD menjadi semakin penting di tengah kondisi fiskal daerah serta kebijakan transfer pemerintah pusat ke daerah. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta lebih proaktif menggali sekaligus mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang dimiliki pemerintah daerah.

Harga Pangan Harus Tetap Terjangkau

Selain aset daerah, persoalan inflasi dan stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi perhatian utama dalam arahannya.

Ahmad mengatakan perubahan kondisi makroekonomi, fluktuasi harga global, hingga perubahan iklim yang berdampak pada hasil panen dapat memberikan tekanan terhadap harga barang di pasar.

Kenaikan harga tersebut, lanjutnya, paling dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Di sinilah perhatian sesungguhnya bagi kita sebagai pelayan masyarakat. Kita harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Ia mengapresiasi kinerja Disperindag selama ini. Namun, tantangan ke depan dinilai membutuhkan kerja yang lebih keras, cerdas, dan cepat, terutama melalui langkah konkret dalam mengendalikan inflasi.

BACA JUGA:  Bupati Nanda Indira Lantik Sembilan Kepala Desa Terpilih Hasil Pilkades Antar Waktu

Ahmad bahkan meminta monitoring harga diperluas. Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan di tingkat pedagang dan pengecer, tetapi juga harus menyentuh gudang dan distributor.

“Harus turun langsung mengecek ke gudang-gudang dan distributor. Kita harus mencegah penimbunan dan memastikan tidak ada permainan harga,” katanya.

Waspada Kebakaran, Jangan Sampai Ganggu Harga Pangan

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Metro mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas.

Kebakaran, terutama yang terjadi di lahan pangan, dinilai berpotensi mengganggu ketersediaan komoditas. Jika pasokan terganggu, kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap stabilitas harga.

Karena itu, perangkat daerah dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, termasuk terhadap material yang mudah terbakar di lingkungan masing-masing.

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah

Tak hanya inflasi dan PAD, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius Ahmad Hariyanto.

Ia menyinggung penanganan sampah di TPS Karangrejo serta kebijakan Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup yang telah menerbitkan surat edaran mengenai tata kelola persampahan.

Menurutnya, persoalan sampah tidak boleh hanya dibebankan kepada pengelola di tempat pembuangan akhir. Pengelolaan harus dimulai sejak dari sumbernya, terutama rumah tangga.

Ahmad meminta camat dan lurah aktif menyosialisasikan kebijakan tersebut melalui RT, RW, serta kelompok-kelompok masyarakat.

“Kita harus membangun pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Sampah organik, nonorganik, sampah yang memiliki nilai ekonomi maupun yang tidak memiliki nilai ekonomi harus dipilah dan dikelola sejak dari sumbernya,” jelasnya.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah dan kantor pemerintahan menjadi contoh dengan menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri.

Dengan demikian, TPS ke depan diharapkan lebih difokuskan untuk menampung sampah residu, yakni sampah yang sudah tidak memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.

BACA JUGA:  SPMB SD-SMP di Lampung Selatan Berjalan Transparan dan Real-Time

Inflasi Bukan Hanya Urusan Disperindag

Ahmad menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan semata-mata tugas Disperindag. Persoalan tersebut merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah yang dikoordinasikan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Karena itu, OPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, hingga camat dan lurah diminta saling mendukung program pengendalian inflasi.

Menurut Ahmad, kelancaran transportasi dan distribusi logistik, ketersediaan hasil panen lokal, hingga edukasi belanja bijak di tingkat keluarga memiliki pengaruh terhadap stabilitas harga di Kota Metro.

“Kelancaran transportasi dan logistik, ketersediaan hasil panen lokal serta edukasi belanja bijak di tingkat keluarga sangat memengaruhi stabilitas harga di Kota Metro yang kita cintai,” pungkasnya.

Melalui apel tersebut, Pemkot Metro berharap koordinasi lintas perangkat daerah semakin kuat. Optimalisasi aset, pengendalian inflasi, stabilitas harga, pencegahan kebakaran, hingga pengelolaan sampah diharapkan dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan demi meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat Kota Metro. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *