18 Tahun JAPFA Hadir di Lampung, Sasar Ribuan Siswa demi Cetak Generasi Sehat

BANDAR LAMPUNG – Komitmen PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas terus berlanjut. Memasuki usia ke-18 tahun, program sosial unggulan JAPFA for Kids kembali hadir di Provinsi Lampung dengan menjangkau ribuan siswa di Kabupaten Lampung Selatan melalui edukasi gizi seimbang, pola hidup sehat, hingga pendampingan sekolah.

Peluncuran program tersebut dirangkai dengan kegiatan Media Gathering Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 di Bandar Lampung, Kamis (30/7/2026), sebagai bentuk apresiasi terhadap peran media dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

Tahun ini, JAPFA for Kids menyasar 15 sekolah, melibatkan 2.051 siswa dan 165 guru di Lampung Selatan. Program tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku hidup sehat melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Head of Unit RPA Lampung JAPFA, Muzammil, mengatakan Lampung memiliki sejarah panjang dalam perjalanan JAPFA for Kids. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2008, Lampung menjadi salah satu daerah pionir pelaksanaan program yang diawali di Lampung Tengah dan Lampung Timur.

“Hingga tahun 2026, JAPFA for Kids telah menjangkau 69 sekolah dan lebih dari 13.400 siswa di berbagai kabupaten di Lampung, mulai dari Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran hingga Lampung Selatan. Komitmen ini akan terus kami lanjutkan dengan cakupan yang semakin luas,” ujarnya.

Menurut Muzammil, keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah hingga insan media yang turut menyebarluaskan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia.

Persoalan gizi anak masih menjadi pekerjaan rumah nasional. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 11 persen anak usia 5–12 tahun masih mengalami gizi kurang maupun gizi buruk. Temuan tersebut sejalan dengan hasil pemantauan internal JAPFA pada 2024 yang menunjukkan 10,1 persen siswa di wilayah program masih menghadapi persoalan serupa.

BACA JUGA:  BINUS SCHOOL Serpong Siap Lahirkan Inovator Muda Lewat Program Hybrid Learning

Menjawab tantangan itu, JAPFA menerapkan intervensi yang terukur dan berkelanjutan. Hasilnya, pada 2024 sebanyak 51,5 persen atau 762 dari 1.479 siswa yang mengalami gizi kurang dan buruk berhasil meningkat menjadi bergizi baik. Sementara pada 2025, angka keberhasilan meningkat menjadi 62,5 persen atau 646 dari 1.034 siswa berhasil keluar dari kondisi malagizi.

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi anak yang mengalami masalah gizi, pemantauan status gizi melalui aplikasi digital menggunakan indikator IMT/U, hingga edukasi melalui program Hari Sehat JAPFA.

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat yang melibatkan sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar agar perubahan yang terjadi dapat berkelanjutan,” kata Retno.

Secara nasional, sejak pertama kali dijalankan pada 2008 hingga 2026, JAPFA for Kids telah memberikan manfaat kepada 217.706 siswa, 14.713 guru, dan 1.308 sekolah yang tersebar di 106 kabupaten/kota di 28 provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, JAPFA juga kembali menggelar Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026, yang memasuki penyelenggaraan ketiga dengan mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan.”

Melalui ajang ini, JAPFA mengajak insan pers untuk menghadirkan karya jurnalistik yang mampu mengangkat berbagai praktik baik, data, serta kisah inspiratif mengenai upaya peningkatan gizi anak di Indonesia.

Penilaian AKJJ 2026 akan dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas jurnalis senior dan pakar gizi, yakni Akhmad Munir, Beawiharta, serta Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H.

BACA JUGA:  Rere, Gadis Yatim Piatu Asal Menggala Wakili Lampung di Ajang MMGTI 2026

“Kami berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Kolaborasi antara dunia usaha, media, pemerintah, dan keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutup Retno. (Rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *