Francetival 2026 Hadirkan Ruang Belajar Bahasa dan Budaya Prancis bagi Generasi Muda

unila42 Dilihat

Bandarlampung – Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Universitas Lampung (Unila) Prof. Ayi Ahadiat, menyampaikan bahwa kegiatan seperti Francetival 2026 memiliki ruang untuk terus dikembangkan karena tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa, tetapi juga membuka peluang terbentuknya jejaring yang lebih luas antara Unila dan berbagai pihak di luar kampus.

Hal tersebut disampaikan Ayi saat mewakili Rektor Unila dalam Francetival 2026 yang digelar Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila, di Aula K FKIP Unila, Kamis 24 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 21–24 September 2026 ini mengusung tema “Un voyage, mille expériences” atau “Satu perjalanan, seribu pengalaman”.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berkembang. Mahasiswa mendapatkan pengalaman, sekaligus kita bisa membangun jejaring yang lebih luas dengan pihak luar,” kata Ayi.

Menurutnya, pengembangan kegiatan tersebut juga dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman akademiknya. Ia berharap kemampuan berbahasa Prancis yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke negara-negara yang diminati, khususnya Prancis.

Francetival 2026 menjadi salah satu ruang yang disiapkan Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila untuk memperkenalkan bahasa, seni, dan budaya Prancis kepada masyarakat. Tahun ini, cakupan peserta diperluas hingga tingkat nasional dan melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Ketua Pelaksana Francetival 2026, Zaki Alfarisi, melaporkan sebanyak 122 peserta mengikuti berbagai cabang perlombaan. Peserta berasal dari kategori umum, SMA/SMK sederajat, hingga TK dan SD.

Pada tingkat umum, perlombaan dilaksanakan secara daring dengan cakupan peserta nasional. Sementara itu, peserta SMA/SMK sederajat mengikuti sejumlah kegiatan, seperti menyanyi solo, karaoke, dan perlombaan bertema Prancis. Adapun peserta TK dan SD mengikuti lomba fashion show dan mewarnai.

BACA JUGA:  Delegasi HOPE International Kunjungi Unila Susun Rencana Kolaborasi Pendidikan

“Jadi cakupan pada tahun ini tidak hanya mahasiswa, namun kita merangkul juga adik-adik di tingkat SD dan juga TK. Dengan demikian, Francetival 2026 tidak hanya kompetisi, tetapi juga memberi ruang untuk kita mengenal bahasa, seni, dan budaya kepada masyarakat lebih luas,” ujar Zaki.

Perluasan cakupan tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila membangun pengalaman sekaligus jejaring melalui kegiatan yang melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat. Untuk tahun ini, kompetisi tingkat nasional masih dilaksanakan secara daring, dengan harapan ke depan dapat dilaksanakan secara luring di FKIP Unila.

Ketua IMASAPRA, Michel Sasa Sidabalo, menyampaikan bahwa Francetival 2026 merupakan hasil kolaborasi mahasiswa, dosen, alumni, sponsor, dan media partner. Persiapan selama sekitar satu bulan menghasilkan rangkaian kegiatan selama empat hari dengan cakupan nasional.

“Ini bukanlah akhir dari cerita. Ini adalah pengingat bahwa kita mampu menciptakan hal-hal hebat saat kita bersatu,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *