Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Terhadap Remaja Diduga Hanyut di Pesisir Barat

Headline19 Dilihat

PESISIR BARAT — Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap Rangga Adriana, 17, yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di perairan sekitar Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Hingga Kamis (24/9) sore, keberadaan korban belum ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung melalui Tim Rescue Pos SAR Tanggamus menerima laporan kejadian tersebut pada Rabu (23/9) sekitar pukul 14.10 WIB. Sebelumnya, keluarga melaporkan Rangga hilang kepada kepolisian pada Selasa (22/9) malam. Motor milik korban kemudian ditemukan di sebuah kebun yang mengarah ke pantai. Di dalam jok motor ditemukan celana training dan telepon seluler milik korban, sedangkan sepasang sandal berwarna hitam ditemukan di pinggir pantai.

Tim Rescue Pos SAR Tanggamus tiba di lokasi pada Rabu malam dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan serta melakukan assesment. Pencarian awal hingga malam hari belum membuahkan hasil.

Pada operasi hari kedua, Kamis (24/9), pencarian diperluas berdasarkan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Area pencarian sekitar 40,08 mil laut persegi dibagi menjadi dua sektor. SRU 1 melakukan pencarian menggunakan rubber boat, sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran garis pantai.

Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah yang diwakili oleh Dantim Rescuer Afriandi di lokasi mengatakan, Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian sesuai rencana operasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakteristik wilayah perairan.

“Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan dengan membagi unsur SAR gabungan ke dalam sektor pencarian di laut dan penyisiran di sepanjang garis pantai. Hingga Kamis sore, hasil pencarian masih nihil. Tim akan kembali melanjutkan operasi pada Jumat pagi dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tomi Ardi Terpilih Aklamasi Dalam Forum Musda Ke XI Partai Golkar Lampung Barat

Pencarian melalui jalur laut dilakukan sejauh sekitar 15 mil laut persegi, sementara penyisiran darat dilakukan hingga 4 kilometer. Hingga pukul 16.30 WIB, hasil pencarian di darat maupun laut masih nihil. Tim kemudian melanjutkan pemantauan secara visual dan akan kembali melakukan pencarian pada Jumat (25/9) mulai pukul 07.00 WIB.

Operasi pencarian melibatkan personil Pos SAR Tanggamus, Polsek Pesisir Utara, Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, serta nelayan dan masyarakat setempat. Unsur SAR menggunakan sejumlah peralatan, antara lain rubber boat, perahu jukung, Aqua Eye, UWSD, peralatan selam, dan perangkat komunikasi.

Kondisi cuaca dan perairan menjadi salah satu kendala dalam operasi. Tim menghadapi angin kencang dengan gelombang sekitar 1–1,5 meter. Selain itu, karakteristik wilayah perairan yang kompleks, termasuk keberadaan batu karang, membuat kondisi gelombang dinamis dan menyulitkan proses penyisiran serta pemantauan permukaan laut.

“Kami mengharapkan dukungan dan informasi dari masyarakat apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban. Setiap informasi akan kami koordinasikan dan tindak lanjuti dalam operasi pencarian. Masyarakat yang memiliki informasi dapat menghubungi Call Center Basarnas 115 atau Hotline Basarnas Lampung 0821-8004-8006,” kata Afri. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *