Tim Dosen Unila Pasang Sensor Jalur Evakuasi SMAN 17 Antisipasi Bencana

unila3 Dilihat

Bandar Lampung – Tim dosen Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) memetakan zona rawan bencana dan memasang plang jalur evakuasi di SMAN 17 Bandar Lampung. Langkah nyata ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko tanah longsor di lingkungan sekolah yang berada pada zona kerentanan gerakan tanah tingkat menengah hingga tinggi, khususnya di wilayah Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang.

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini diketuai oleh Rahmi Mulyasari dari Teknik Geologi, dengan beranggotakan Aminudin Syah dari Teknik Sipil dan Dikpride Despa dari Teknik Elektro.

Melalui hibah BIMA Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026, tim dosen lintas disiplin ilmu ini memfokuskan program pada kepastian rute penyelamatan bagi seluruh warga sekolah saat kondisi darurat terjadi agar mitigasi tidak hanya sekadar menjadi teori.

Dalam pelaksanaan program yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, Rahmi bersama tim dan mahasiswa Unila membuat peta digital khusus untuk mengidentifikasi area kritis di sekitar lereng sekolah.

Berdasarkan peta tersebut, plang penunjuk arah evakuasi dipasang pada titik-titik strategis di sepanjang koridor kelas untuk mengarahkan siswa ke titik kumpul aman yang telah ditetapkan di area lapangan terbuka.

Perwakilan guru dan siswa juga diberikan pelatihan interaktif agar mahir membaca peta navigasi darurat dan tidak panik saat bencana terjadi.

Sistem keselamatan ini diperkuat dengan pemasangan teknologi lokal bernama ‘TEKNILA Siaga Longsor’ yang dirancang oleh tim pengabdi dan ditanam langsung pada titik lereng paling kritis di sekolah.

Sensor pintar ini terintegrasi dengan situs pemantauan digital yang secara otomatis akan mengirimkan notifikasi peringatan darurat ke ponsel Tim Siaga Bencana Sekolah jika mendeteksi pergerakan tanah yang membahayakan.

BACA JUGA:  Puncak Dies Natalis ke-58, FKIP Gelar Rapat Luar Biasa Senat dan Orasi Ilmiah

Kolaborasi komprehensif ini mencakup sosialisasi, penyusunan rute, hingga simulasi penyelamatan diri menyusuri jalur evakuasi secara langsung.

Kepala SMAN 17 Bandar Lampung, Linda Kurniasari, S.Pd., M.Pd., menyatakan sangat mendukung dan berterima kasih atas bantuan pelatihan serta praktik langsung mitigasi bencana ini.

Pihak sekolah mengapresiasi kejelasan jalur evakuasi yang kini terpasang demi keamanan operasional sekolah. Tim PKM Unila sendiri berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi berkala guna memastikan seluruh sistem monitoring dan jalur penyelamatan tetap berfungsi optimal demi keselamatan aktivitas akademika. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *