TULANG BAWANG, LAMPUNG — Setelah dua hari menjadi misteri, pencarian terhadap Dendi (20), nelayan yang hilang setelah perahunya terbalik dan tenggelam di perairan Sungai Burung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, akhirnya membuahkan hasil.
Namun, kabar yang diterima keluarga bukanlah kabar bahagia. Tim SAR Gabungan menemukan Dendi dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (10/8) sekitar pukul 13.40 WIB.
Korban ditemukan sejauh sekitar 21,04 nautical mile (NM) dari lokasi awal perahu tenggelam. Jarak yang cukup jauh tersebut membuat proses pencarian harus dilakukan secara intensif dengan memperluas area penyisiran dari titik kejadian.
Komandan Pos SAR Tulang Bawang Zian Fajri, mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, mengatakan korban ditemukan setelah Tim SAR Gabungan melakukan pencarian selama dua hari.
“Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran oleh Tim SAR Gabungan, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 21,04 nautical mile dari lokasi kejadian,” ujar Zian.
Setelah ditemukan, jenazah Dendi langsung dievakuasi menuju rumah duka di Desa Kampung Baru, Kuala Teladas. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (9/8) dini hari. Sehari sebelumnya, Dendi bersama rekannya, Andi Plata (35), berangkat menggunakan perahu dari rumah menuju perairan Sungai Burung untuk mencari ikan dengan menebar jaring.
Sekitar pukul 02.30 WIB, perahu yang mereka tumpangi tiba-tiba ditabrak kapal pencari ikan lain. Benturan tersebut membuat perahu terbalik dan kemudian tenggelam.
Andi berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas sekitar pukul 06.00 WIB. Sementara Dendi tidak ditemukan dan dinyatakan hilang.
Laporan orang hilang tersebut kemudian memicu operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR. Personel Pos SAR Tulang Bawang bersama unsur terkait langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
“Kami langsung mengerahkan personel Pos SAR Tulang Bawang dan berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian,” kata Zian.
Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian sejak pukul 07.00 WIB. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu nelayan dan speed lidah dengan memperluas area pencarian dari lokasi awal kejadian.
Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, sekitar pukul 13.40 WIB, tim akhirnya menemukan keberadaan Dendi. Sayangnya, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Zian menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk Polairud, Pos AL, Pos KPLP, SAR MTA, aparat, serta masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 15.25 WIB dan dinyatakan selesai. (*)







