Bandar Lampung – Perusahaan telekomunikasi hasil penggabungan XL dan Smartfren terus memperkuat posisinya di industri digital nasional. Melalui strategi pengembangan jaringan dan penguatan layanan, XL Smart kini memperluas cakupan konektivitas hingga lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya.
Regional grup head southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi menyampaikan sebenarnya perjalanan bisnis operator tersebut telah berlangsung cukup lama di Indonesia. Namun sejak April 2025, perusahaan resmi melakukan penggabungan usaha yang kemudian memperkuat kapasitas jaringan dan layanan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
“Penggabungan ini ibarat jalan tol yang sekarang makin lebar. Kapasitas jaringan bertambah sehingga akses data menjadi lebih cepat, stabil, dan nyaman bagi pelanggan,” ujarnya saat pers konferens di Lounge bar Novotel Lampung, Jumat (21/5/2026).
Ia menyebut dengan integrasi aset dan infrastruktur, perusahaan optimistis mampu meningkatkan kualitas koneksi data di tengah kebutuhan internet masyarakat yang terus meningkat. Penggabungan ini juga dinilai memberikan efisiensi operasional sekaligus memperluas jangkauan layanan ke berbagai daerah.
Dalam strategi bisnisnya, perusahaan memastikan tiga brand utama, yakni XL, AXIS, dan Smartfren tetap dipertahankan. Ketiganya akan terus menyasar segmen pelanggan yang berbeda sesuai karakteristik masing-masing.
AXIS disebut tetap fokus menyasar kalangan anak muda dan pelajar dengan produk internet yang terjangkau dan fleksibel. Sementara XL diarahkan untuk segmen pelanggan premium dengan kebutuhan layanan data yang lebih tinggi. Adapun Smartfren tetap hadir sebagai pilihan bagi masyarakat dengan kebutuhan digital yang luas dan dinamis.
“Tiga brand ini tetap eksis karena masing-masing punya keunggulan dan segmentasi sendiri. Jadi masyarakat tetap bisa memilih layanan sesuai kebutuhannya,” jelasnya.
Desy menambahkan perusahaan juga menyoroti dampak positif merger terhadap perluasan jaringan Smartfren yang sebelumnya belum merata secara nasional. Sebelum penggabungan, layanan Smartfren disebut masih terbatas di beberapa kota tertentu, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.
Kini, setelah integrasi jaringan dilakukan, cakupan layanan berkembang signifikan. Jika sebelumnya hanya hadir di sekitar 230 kota, kini jaringan telah menjangkau lebih dari 500 kota di seluruh Indonesia.
“Dulu bisa dibilang belum sepenuhnya menjadi operator nasional. Sekarang jaringan sudah jauh lebih luas dan mampu melayani masyarakat di berbagai daerah Indonesia,” katanya.
Perluasan jaringan ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah kompetisi industri telekomunikasi yang semakin ketat. (Rud)







