Tanggamus — PT Tirta Investama Tanggamus bersama mitra Bentala menggelar media gathering dengan mengusung tema Inisiatif Program Keberlanjutan Begawei Jejaka DAS Semaka. Di Kriyad Hotel Jalan Raden Imba Kusuma, Bandar Lampung, Rabu (23/12/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang pemaparan capaian dan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Semaka.
Dalam pemaparannya, CSR Coordinator PT Tirta Investama Tanggamus, Radhitya Putra, menegaskan bahwa akses air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi fokus utama program keberlanjutan perusahaan.
Berbagai capaian telah diraih melalui program terintegrasi yang menyasar aspek kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Di bidang gizi dan kesehatan, Tirta Investama telah membangun demo plot kebun di beberapa kecamatan serta membentuk kelembagaan masyarakat.
Perusahaan juga memberikan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, disertai edukasi pola asuh untuk ibu hamil dan orang tua balita guna mencegah stunting.
Sementara di sektor lingkungan, program “Sampahku Tanggung Jawabku” berhasil mengelola sekitar 19 ton sampah hingga tahun 2025.
Selain itu, Tirta Investama juga telah menjalankan program ODF (Open Defecation Free) di 11 desa di Kabupaten Tanggamus sebagai bagian dari upaya peningkatan sanitasi masyarakat.
Komitmen konservasi juga diwujudkan melalui pengelolaan kawasan Taman Kehati. Bekerja sama dengan Barong Aktivitas Lampung, Tirta Investama melakukan penelitian ilmiah untuk mengukur indeks keanekaragaman hayati.
Hasilnya, indeks mencapai angka 3,16 yang menunjukkan tingkat keanekaragaman hayati tergolong tinggi. Hingga kini tercatat enam koleksi tanaman endemik dan 22 jenis satwa yang terpantau, termasuk satwa endemik yang terancam punah.
Tak berhenti di situ, program konservasi diperluas hingga ke kawasan hulu DAS dan wilayah pegunungan. Melalui kolaborasi dengan platform digital Jejak.in, perusahaan telah menanam sebanyak 11.500 pohon hingga tahun 2025 yang dipantau secara real time. Ke depan, hingga tahun 2030, ditargetkan penanaman mencapai sekitar 35 ribu pohon dari berbagai jenis.
Selain penanaman pohon, upaya teknis konservasi juga dilakukan melalui pembuatan rorak atau lubang resapan air untuk menjaga ketersediaan air tanah dan mengurangi risiko erosi.
“Melalui program Begawei Jejaka DAS Semaka, Tirta Investama Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat, mitra, dan media dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, ” pungkas Raditya. (RD)







