Remaja Tenggelam di Pantai Mandiri Ditemukan Tak Bernyawa

Pesisir Barat – Duka menyelimuti perairan Pantai Mandiri Sejati, Kabupaten Pesisir Barat. Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan seorang remaja yang sebelumnya dilaporkan tenggelam dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/3) pagi.

Korban diketahui bernama Muhammad Alfareza (17), warga Lampung Barat. Ia ditemukan sekitar pukul 08.15 WIB, berjarak kurang lebih 1,73 kilometer dari titik awal kejadian. Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Krui untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Lampung menjelaskan, peristiwa nahas tersebut bermula pada Senin (23/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, tiga remaja terseret arus saat berenang di Pantai Mandiri. Dua orang berhasil diselamatkan, sementara Muhammad Alfareza dinyatakan hilang.

Laporan kejadian diterima oleh tim Rescue Pos SAR Tanggamus pada pukul 17.45 WIB. Meski harus menempuh perjalanan lebih dari tiga jam menuju lokasi, tim tetap bergerak cepat dan langsung melakukan pencarian pada malam hari. Namun, upaya awal belum membuahkan hasil.

Memasuki hari kedua, operasi SAR ditingkatkan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama melakukan penyisiran sepanjang garis pantai menggunakan perahu karet, sementara tim kedua menyisir perairan menggunakan jukung. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya korban.

Komandan Pos SAR Tanggamus, Robi Rusli, menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi berbagai unsur, mulai dari Polairud, TNI AL, BPBD, aparat setempat hingga masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan warga yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polres Pringsewu Mediasi Kasus Penganiayaan, Dua Kelompok Warga Sepakat Berdamai

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan dan dinyatakan selesai. Namun demikian, di lokasi yang sama, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua wisatawan lain yang dilaporkan terseret ombak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada terhadap kondisi gelombang laut yang dapat berubah sewaktu-waktu, terutama di kawasan pesisir terbuka. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *