OJK Gandeng Disdikbud Lampung Luncurkan Bank Sampah Sekolah, Sampah Jadi Tabungan Digital Siswa

Headline, Pendidikan55 Dilihat

Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung resmi meluncurkan program kolaborasi Bank Sampah Sekolah tingkat SMA/SMK se-Kota Bandar Lampung.

Program ini dikemas dalam bentuk Studium Generale dan dipusatkan di SMAN 1 Bandar Lampung, bekerja sama dengan BNI 46, sebagai langkah konkret mengurangi sampah di lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat literasi keuangan digital bagi pelajar.

Program inovatif ini mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dengan literasi keuangan. Melalui mekanisme bank sampah, sampah anorganik yang dikumpulkan oleh siswa tidak hanya diolah untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dikonversi menjadi nilai tabungan yang tercatat dalam sistem perbankan BNI.

Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, Suharto, menegaskan bahwa implementasi Bank Sampah Sekolah merupakan strategi cerdas dalam membentuk karakter siswa.

“Program ini mendorong lahirnya siswa berprestasi, berwawasan lingkungan, berkarakter wirausaha, serta memiliki visi ekonomi. Kami ingin siswa memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa memberikan manfaat ekonomi nyata, sekaligus membekali mereka dengan pemahaman ekonomi sirkular sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang edukasi untuk mengubah masalah menjadi solusi dan melahirkan calon pemimpin masa depan yang peduli lingkungan.

Program ini merupakan replikasi dari keberhasilan inisiatif pengembangan bank sampah yang sebelumnya digagas oleh Bank Sampah Sahabat Gajah dan Bank Sampah Disabilitas, yang mendapat dukungan dari Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dalam rangkaian Waste Bank Development Program.

OJK dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menilai program ini memiliki potensi besar dalam membentuk budaya menabung produktif di kalangan pelajar melalui pengelolaan sampah. Sampah anorganik yang dikumpulkan siswa akan dikonversi menjadi saldo tabungan di bank mitra, dengan tujuan utama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah.

BACA JUGA:  JMSI Pringsewu Beri Penghargaan Bapak Pengerak Bambu Pada Pj.Bupati Pringsewu

Selain itu, program ini juga menanamkan edukasi ekonomi sirkular dengan mengajarkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik, serta mendorong pelestarian lingkungan melalui pengurangan sampah plastik secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Americo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian tata kelola sampah di sekolah.

“Kami berharap sekolah-sekolah di Bandar Lampung dapat menjadi pionir sekolah hijau yang ramah lingkungan, sehat, bersih, nyaman, dan terhubung langsung dengan sistem keuangan digital,” pungkasnya.

Peluncuran program Bank Sampah Sekolah ini diharapkan menjadi model nasional dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan, kewirausahaan, dan literasi keuangan demi mencetak generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus melek finansial. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *