Korban MOB KM Doa Ibu Ditemukan Meninggal di Perairan Panimbang

Lampung Timur – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan kapal Man Over Board (MOB) atas nama Santika (37) yang terjatuh dari KM Doa Ibu di perairan Sekopong, Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, resmi dihentikan pada Minggu (01/02/2026) setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kantor SAR Lampung menerima informasi dari Kantor SAR Banten (Unit Siaga SAR Pandeglang) terkait penemuan jenazah di sekitar perairan Panimbang, Banten. Jenazah ditemukan di titik koordinat 6°28’20.1″ LS – 105°43’21.5″ BT, kemudian dievakuasi oleh kapal nelayan dan dibawa ke Pos Polairud Panimbang.

Dantim Pos SAR Bakauheni Restu Abdila dalam keterangannya, menyampaikan bahwa operasi pencarian melibatkan koordinasi lintas wilayah serta dilakukan secara bertahap sesuai prosedur.
“Pencarian dilakukan selama enam hari dengan pembagian sektor berdasarkan SAR Map Prediction. Tim SAR gabungan telah berupaya maksimal, baik melalui penyisiran laut maupun koordinasi dengan wilayah Banten hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” ujar Restu.

Setelah dilakukan proses identifikasi oleh tim SAR Banten bersama pihak keluarga, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Santika, warga Pandeglang, Banten. Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka.

Operasi SAR ini melibatkan Kantor SAR Lampung, Kantor SAR Banten, unsur Polairud, TNI AL, nelayan, serta keluarga korban, dengan dukungan sejumlah alutsista laut dan darat.

Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Kemudian seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Basarnas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi seluruh pihak dalam operasi kemanusiaan tersebut. (***)

BACA JUGA:  PGN Optimalkan Pemanfaatan LNG Domestik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *