Polri Melarang Ormas Dapat THR

Polri Melarang Ormas Dapat THR

68
0
BERBAGI
Rekson Pasaribu.

Oleh: Rekson Pasaribu

Pemerintah sudah menggelontorkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan pensiunan. Tahun ini anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp34,3 triliun.

Tidak ingin ketinggalan, sebagian organisasi kemasyarakatan (ormas) merasa mereka juga berhak mendapatkan THR.

Namun sayangnya, ormas dilarang oleh Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) dan apabila ketahuan, Polri akan menindak tegas setiap (ormas) yang terbukti melakukan pelanggaran hukum dengan modus meminta (THR) kepada masyarakat atau pengusaha.

Hal ini ditegaskan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat merespons adanya sejumlah surat edaran permintaan dana THR Idul Fitri 2022 dari organisasi masyarakat (ormas) ke warga di Jabodetabek.Hal ini ditegaskan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat merespons adanya sejumlah surat edaran permintaan dana THR Idul Fitri 2022 dari organisasi masyarakat (ormas) ke warga di Jabodetabek.

“Yang mengganggu iklim investasi apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum ditindak,” kata Dedi Prasetyo, Kamis (21/4/2022).Menurutnya, Polda hingga Polres di daerah bakal memantau situasi yang dianggap menghambat investasi.

“Iklim investasi di Indonesia menjadi prioritas pemerintah dan ada Satgas Investasi dari Bareskrim dan Polda-Polda, apabila ada garkum (pelanggaran hukum) yang menghambat investasi di daerah, Polda atau Polres dapat melakukan tindakan sesuai garkum yang dilakukan jelasnya.

Kementerian Dalam Negeri juga menyatakan permintaan THR dari anggota ormas tidak bisa dibenarkan. Dari sisi keorganisasian, ormas yang meminta THR bisa saja dijatuhi sanksi mulai dari surat peringatan hingga pencabutan surat keterangan terdaftar atau pencabutan status badan hukum. Dasarnya, mereka telah melanggar Undang-Undang tentang Ormas karena mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum.

Perayaan Hari Raya Idul Fitri di Tanah Air sarat akan tradisi. Tanpa halangan pandemi sudah jamak masyarakat berbondong-bondong pulang ke kampung halaman dalam tradisi mudik Lebaran. Melalui tradisi mudik, ada pula tradisi pemberian tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan atau majikan kepada para pegawai.

Ormas biasanya meminta THR kepada perusahaan karena mereka merasa telah berkontribusi mengamankan lingkungan setempat. Wajar bila Ormas mendapatkan bantuan finansial berupa THR dari perusahaan hingga UMKM. (***)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.