10 Hari Libur Wajib Booster Syarat Perjalanan

10 Hari Libur Wajib Booster Syarat Perjalanan

197
0
BERBAGI

Oleh : Rekson Pasaribu

Hari libur merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi pekerja. Di hari inilah pekerja bebas melaksanakan aktivitasnya bersama keluarga maupun aktivitas untuk kepentingan pribadinya.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan Presiden Jokowi, kemarin, cuti bersama jatuh 29 April, kemudian 4-6 Mei 2022. Dengan begitu, berikut libur Idul Fitri dan akhir pekan, para pekerja akan mendapat total 10 hari libur.

Dengan masa yang panjang, masyarakat bisa tidak hanya mudik, tetapi berwisata ke tempat-tempat lainnya. Dengan begitu, perputaran uang, yang selalu besar selama Idul Fitri, tidak hanya terkonsentrasi di Jawa dan Sumatra sebagai tujuan utama pemudik.

Daerah-daerah di luar itu, bahkan destinasi-destinasi wisata Indonesia timur, diharapkan juga merasakan manisnya libur panjang ini. Sebab, tidak dapat dimungkiri, pandemi yang telah berjalan lebih dari dua tahun benar-benar memukul industri pariwisata.

Sementara tidak ada faktor pemulih yang bisa lebih cepat selain wisatawan domestik. Kita sepakat dengan epidemiolog yang menyatakan bahwa mudik ini menjadi ujian besar dari pandemi ke endemi. Meski begitu, responsnya bukanlah dengan ketakutan, melainkan memastikan segala kesiapan.

Maka kuncinya ialah pada pengelolaan agar 85 juta orang yang diperkirakan mudik, sukses menjadi motor ekonomi. Bukan menjadi penyebab kegagalan menapaki endemi.

Pemerintah mewajibkan masyarakat yang melakukan mudik Lebaran 2022 telah mengikuti vaksinasi dosis ketiga atau booster sebagai syarat perjalanan. .

Petugas pun akan melakukan pengecekan terhadap sejumlah penumpang yang akan mudik. Bagi calon pemudik yang belum melaksanakan vaksinasi dosis ketiga diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid-19 dari antigen.

Sedangkan bagi yang sama sekali belum mengikuti vaksinasi wajib menyertakan surat bebas Covid-19 dengan tes PCR.

Hasilnya, saat ini kita lihat di Ibu Kota, antusiasme warga meningkat demi bisa vaksin. Meski begitu, di tiga minggu menjelang mudik ini capaian vaksin dasar ataupun booster di daerah mestinya digenjot.

Sebagai daerah tujuan pemudik ataupun wisatawan, warga lokal sebenarnya memiliki risiko yang besar jika belum mendapatkan vaksin lengkap.

Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah besar. Meski capaian vaksinasi dasar telah mencapai 70% di Tanah Air, capaian vaksin booster baru kisaran 6%. Jauh di bawah capaian rata-rata vaksinasi booster dunia sebesar 18,55%.

Faktor malasnya masyarakat akan booster ialah gembar-gembor endemi. Dampak lainnya juga terlihat dari sudah kendornya kedisiplinan akan prokes. Di tempat umum telah semakin banyak warga yang cuek melepas masker. Kejumawaan inilah yang harus dihentikan. Masyarakat harus dikondisikan untuk sama-sama bersiap untuk libur panjang yang aman. (***)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.