Misa Jumat Agung di Paroki Santa Maria Sidikalang

Misa Jumat Agung di Paroki Santa Maria Sidikalang

193
0
BERBAGI

Dairi, (Warta Viral) – Perayaan Jumat Agung di Gereja Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen Jumat, (15/4/2022) di mulai pada pukul 15 : 00 – WIB.

Acara di pimpin oleh Romo Paskalis O,Carm, Ibadah Misa Jumat Agung di awali dengan pembacaan kisah sengsara Yesus dan penghianatan Yudas Iskariot dalam kitab Injil Yohanes 18:1-19:42.Umat Katolik Sidikalang tampak begitu khusuk mengikuti jalannya ibadah misa dalam memperingati wafat dan sengsara Tuhan Yesus .

Ini terpantau dengan jelas ,di dalam dan balkon gereja tampak terisi penuh sehingg sebagian jemaat terpaksa mengikuti ibadah misa di bawah tenda melalui layar monitor yang di siapkan oleh pihak gereja.

Menurut salah seorang pengurus gereja , dalam keadaan situasi normal Paroki Santa Maria Pertolongan Orang Kristen atau yang di singkat (MPOK) ini mampu menampung 1500 hingga 1600 umat , tetapi karena situasi belum normal pihak gereja terpaksa melakukan pembatasan.

“Sesuai kapasitasnya gereja ini bisa menampung sebanyak 1500 hingga 1600 orang , demi menjaga hal-hal yang tidak di inginkan gereja membuat aturan baru dengan aturan satu kursi gereja (bangku panjang ) biasanya bisa di isi 6 orang kini hanya boleh di isi 4 orang umat ” ujarnya kepada media ini.

Dia menambahkan juga bahwa jemaat Gereja Paroki Santa Maria Pertolongan Orang Kristen tersebar di antara 26 Stasi dan sebanyak 14 lingkungan ” umat paroki ini tersebar di dua puluh enam Stasi dan empat belas lingkungan ” jelasnya.

Sisi lain dari perayaan ini ,seperti biasanya pada saat Tuhan Yesus menghembuskan nafasnya yang terakhir , tiba-tiba muncul fenomena alam berupa awan yang mendadak mendung dan panas terik matahari berubah menjadi gelap mengiringi ribuan jemaat dalam mengikuti jalannya proses perayaan Jumat agung.

” Sungguh Tuhan itu maha besar” decak seorang umat.Salah seorang umat katolik bernama Fidensius mengatakan bahwa Pribadi Yesus merupakan sebuah pribadi yang harus di teladani mengingat bagaimana Yesus rela menderita mengorbankan dirinya demi keselamatan umat manusia ” kesengsaraan Yesus hingga wafat di kayu salib harus jadikan pedoman dan teladan hidup , betapa dia begitu menderita di siksa dan di hina karena dosa-dosa kita” ujarnya dengan nada lirih . (Kris)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.