Jokowi Desak Negara Kaya Berkomitmen Pada Tujuan Pendanaan Iklim

Jokowi Desak Negara Kaya Berkomitmen Pada Tujuan Pendanaan Iklim

129
0
BERBAGI
Para Dubes Temani Presiden Jokowi Tanam Mangrove di Tana Tidung, Kalimantan Utara

Jakarta, (Warta Viral) -Presiden Indonesia Joko Widodo mendesak negara-negara maju untuk berkomitmen pada janji mereka untuk menyediakan pembiayaan bagi negara-negara miskin untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada konferensi iklim PBB bulan ini.

Negara-negara kaya telah melewatkan target untuk mengumpulkan $100 miliar per tahun untuk mendukung negara-negara berkembang dalam proyek aksi iklim mereka, yang menurut para ahli dapat merusak kepercayaan pada konferensi COP26 31 Oktober – 12 November di kota Glasgow, Skotlandia.

“Tidak mungkin kalau tidak ada bantuan dana. Kalau tidak ada teknologinya juga susah,” kata Presiden yang akrab disapa Jokowi itu kepada Reuters, Selasa (19/10/2021), usai menanam sepetak mangrove di Desa Bebatu di pulau Kalimantan.

Indonesia, penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedelapan di dunia, telah berjanji untuk mengurangi emisi karbonnya hingga 29% di bawah bisnis seperti biasa dengan upayanya sendiri, tetapi dengan bantuan pendanaan internasional dan transfer teknologi, Indonesia yakin hal itu dapat meningkatkan pengurangan hingga 41%.

Negara itu awal tahun ini memajukan target jangka panjangnya untuk mencapai netralitas karbon hingga 2060 atau lebih cepat, dari awal 2070, yang mencakup rencana untuk menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap.

Jokowi mengatakan Indonesia ingin berinvestasi dalam proyek-proyek terbarukan untuk memanfaatkan potensinya di pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, angin, matahari dan arus laut dan ini akan membutuhkan dana miliaran dolar.

Sebuah studi pemerintah telah menunjukkan negara Asia Tenggara membutuhkan $150 miliar hingga $200 miliar per tahun dalam investasi dalam program rendah karbon selama sembilan tahun ke depan untuk memenuhi tujuan bersih nol emisi.

“Ini pekerjaan besar. Perlu investasi, perlu teknologi,” kata Jokowi seraya menambahkan bahwa dia tidak ingin “hanya bicara” di COP26.

Indonesia juga telah mencanangkan program restorasi 600.000 hektar hutan mangrove dalam tiga tahun ke depan untuk menyerap emisi karbon, kata Jokowi.

Wakil Presiden Eksekutif Uni Eropa Frans Timmermans mengatakan kepada Reuters pada hari Senin bahwa Uni Eropa dan Amerika Serikat akan memenuhi komitmen mereka, tetapi dia masih mendesak negara-negara kaya lainnya untuk bergabung. (Rekson)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.