Proyek Sampah ITF Sunter Anies Mangkrak

Proyek Sampah ITF Sunter Anies Mangkrak

215
0
BERBAGI
Gubernur Anies Baswedan saat grounbreaking ceremony pembangunan ITF Sunter, Jakarta Utara.

Jakarta, (Warta Viral) – Setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meletakkan batu pertama proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara pada tanggal 20 Desember 2018 lalu.

Kini proyek pengolahan sampah yang diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan bekerja sama dengan Fortum dari Finlandia sebagai operator proyek ITF telah mangkrak dan dinilai hanya akan menghambur-hamburkan uang.

“(Rencana pembangunan ITF Sunter) oleh Jakpro kan tidak jalan-jalan. Karenanya, kita rekomendasikannya diserahkan ke SKPD karena memang BUMD sampai hari ini belum ada yang terjalani,” tutur Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah, pada hari Selasa, 14 September 2021.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendesak pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah atau Intermediate Treatment Facility (lTF) Sunter dipercepat menjadi dua tahun yang sebelumnya ditarget tiga tahun.

“Proyek ini menurut jadwal mereka direncanakan 3 tahun, tapi tadi saya minta untuk dipercepat lebih cepat, saya minta di-review lagi agar dikebut supaya lebih awal, karena kita punya deadline 2021,” ujar Anies di lokasi pembangunan ITF, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/12/2018).

Di Jakarta, pertama kali kita bangun ITF dengan kapasistasnya akan bisa mengolah seperempat dari produksi sampah yang ada di Jakarta, yaitu 2.200 ton per hari,” tukas Anies.

Anies Baswedan telah meletakkan batu pertama pembangunan ITF Sunter pada 20 Desember 2018. Namun, hingga kini pembangunan tak kunjung terlaksana.

Rencananya proyek ITF akan mampu mengolah sekitar 2.200 ton sampah setiap harinya atau lebih dari 25% volume sampah di Jakarta. Sehingga volume sampah di Jakarta akan berkurang dengan sangat signifikan.

Bagaimana cara kerja teknologi ini? Sampah di ITF akan melalui proses incineration. Sampah diolah dengan cara dibakar pada suhu tinggi. Sampah-sampah tersebut dimasukkan ke dalam sebuah ruang (chamber) dan diaduk agar panas yang diberikan merata secara keseluruhan. Suhu yang digunakan sangatlah tinggi, yakni sekitar 2200 Fahrenheit atau kurang lebih 1200 derajat Celcius.

Sisa pembakaran menghasilkan fly ash dan bottom ash. Debu hasil pembakaran diperkirakan berkisar 200 ton yang nantinya akan dibuang ke landfill khusus residu. Tentu saja jumlah tersebut sedikit dibandingkan dengan kurang lebih 2000 ton sampah yang dimusnahkan.

Salah satu fitur unggulan lain dari ITF ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan listrik dari sampah. Dari 2.200 ton sampah yang diolah setiap hari, fasilitas tersebut dapat menciptakan sekitar 35 megawatt listrik.

ITF dibangun di lahan seluar 3,05 hektare yang berlokasi di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Intermediate Treatment Facility tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga pembangunan fasilitas tersebut rampung, atau diperkirakan baru bisa diujicoba dan dioperasikan pada 2021-2022. (Rekson/Wilson)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY