Polisi Usut Pembobolan Rp110 Miliar Uang Nasabah BNI

Polisi Usut Pembobolan Rp110 Miliar Uang Nasabah BNI

75
0
BERBAGI

Jakarta, (Warta Viral) – Setelah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan pegawai bank BUMN di Makassar sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembobolan dana deposito yang disetorkan oleh seorang nasabah ke bank pelat merah tersebut.

Polisi berjanji akan mengembangkan kasus pemalsuan bilyet giro di BNI Makassar ini mencapai Rp 110 miliar.

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helmy Santika. Helmy mengungkapkan pemalsuan bilyet giro di BNI Makassar ini mencapai Rp 110 miliar. Selain dana nasabah Andi Idris sebesar Rp 45 miliar, ternyata ada dua nasabah lainnya yang jadi korban.

“Kasus masih dikembangkan, tunggu pengembangan selanjutnya,” jelas Helmy, Senin (13/9/2021).

Helmy menjelaskan bahwa total dana Andi Idris atau IMB sebetulnya mencapai Rp 70 miliar, namun Rp 25 miliar sudah dibayarkan.

Selanjutnya ada nasabah inisial H kehilangan dana Rp 16,5 miliar dari Rp 20 miliar yang didepositokan. “Sudah dibayar sebesar Rp 3,5 miliar,” katanya.

Deposan lainnya atas nama R dan A. Duit dengan dana mencapai Rp 50 miliar. Menurut Helmy, saat ini uang nasabah atas nama R dan A sudah dibayarkan. “Deposan sdr. R dan sdri. A sebesar Rp 50 miliar sudah dibayar,” katanya.

Polisi telah menangkap pelaku berinisial MBS yang merupakan pegawai BNI Makassar. Selain itu, Bareskrim sudah melakukan pemeriksaan 20 saksi dan 2 ahli perbankan dan pidana.

“Hasil penyidikan ada penambahan dua tersangka lainnya, saat ini berkas sudah dikirim ke kejaksaan,” pungkasnya.

Sementara Kuasa hukum PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Ronny L D Janis menyatakan, penerbitan ataupun transaksi yang berkaitan dengan hilangnya dana deposito sejumlah nasabah di Makassar dilakukan tanpa sepengetahuan perseroan.

Pihak kuasa hukum perlu mengklarifikasi kembali terkait dengan perkara dugaan pemalsuan bilyet deposito di BNI Kantor Cabang Makassar, yang sejak awal memang sengaja dilaporkan oleh perseroan ke Bareskrim Polri pada 1 April 2021.

“Beberapa hal yang penting disampaikan adalah pada awalnya terdapat beberapa pihak yang menunjukkan dan membawa bilyet deposito BNI KC Makassar dan pada akhirnya meminta pencairan atas bilyet deposito tersebut kepada BNI KC Makassar,” ujar Janis dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021). (Wilson)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY