Formula E Pemborosan dan Tak Bermoral Saat Pandemi

Formula E Pemborosan dan Tak Bermoral Saat Pandemi

170
0
BERBAGI
Formula E DKI Jakarta (Ilustrasi)

Jakarta, (Warta Viral) – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan balap mobil listrik Formula E menuai pro dan kontra.

Selain tindakan tidak bermoral di tengah pandemi Covid-19, juga dituding pemborosan uang rakyat, berujung hak interpelasi yang diajukan Fraksi PSI dan PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta.

“Ngototnya Pak Gubernur melaksanakan Formula E menciderai moral, empati kepada masyarakat yang tengah kesulitan, di tengah mengalami krisis akibat pandemi Covid-19,” ujar Juru bicara Garda Demokrasi 98 (Gardem 98) Gepeng Mirdjaja dalam keterangannya, Jumat (10/9/2021).

Menurut Gepeng, kita belum bebas dari pandemi, anggaran pandemi saja Pemda utang ke (pemerintah) pusat, kok sekarang malah keluarkan uang untuk bikin formula E,” ujarnya.

Bukan itu saja. Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta mengumpulkan tanda tangan untuk mengajukan interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Manuara Siahaan mengatakan, ada potensi pemborosan anggaran hingga Rp 4,48 triliun untuk penyelenggaraan Formula E.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini menyebut potensi pemborosan bisa terlihat dari rangkaian penyelenggaraan Formula E yang digadang berlangsung selama lima musim di DKI Jakarta.

Rinciannya, commitment fee untuk Formula E selama lima tahun memakan anggaran Rp 2,345 triliun, biaya pelaksanaan Rp 1,239 triliun, dan bank garansi sebesar Rp 890 miliar.

Manuara menjelaskan dalam studi kelayakan penyelenggaraan tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta tidak memasukan biaya commitment fee, sehingga terlihat ada keuntungan Rp 240 miliar.

Namun setelah dimasukan klausul pembiayaan commitment fee, penyelenggaraan Formula E di tahun 2020 dipastikan rugi senilai Rp 120 miliar.

Rinciannya untuk tahun 2020 Jakpro menuliskan dampak ekonomi penyelenggaran Formula E mencapai Rp 536 miliar dan pendapatan finansial Jakpro mencapai Rp 48 miliar.

Dalam studi kelayakan, Jakpro menyebut biaya pelaksanaan di angka Rp 344 miliar dan tidak menghitung biaya commitment fee dari Dispora DKI Jakarta sehingga seolah-olah mendapat keuntungan Rp 240 miliar. Perhitungan Jakpro yang tidak memasukan biaya commitment fee kemudian jadi temuan BPK dalam laporan keuangan tahun anggaran 2019.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sering menghindar saat ditanya wartawan terkait pertanyaan ajang balap Formula E di DKI Jakarta.

Anies memilih menghindar saat mau di wawancara awak media di depan Lobi Blok G Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/9/2021). (Wilson)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY