Senjata Israel Digunakan Secara Luas di Afghanistan

Senjata Israel Digunakan Secara Luas di Afghanistan

85
0
BERBAGI

Afghanistan, (Warta Viral) – Dari drone hingga rudal dan kendaraan lapis baja, sistem senjata buatan Israel membantu pasukan koalisi melawan pejuang Taliban.

Ketika pasukan Barat meninggalkan Afghanistan, sistem senjata Israel tidak akan lagi memburu pejuang Taliban.

Meskipun pasukan Israel tidak pernah berada di tanah di negara Asia tengah yang dilanda perang, banyak negara koalisi menggunakan sistem Israel selama 20 tahun berperang melawan kelompok jihad radikal.

Sementara banyak perusahaan pertahanan Israel tetap diam tentang penggunaan produk mereka di Afghanistan, menurut beberapa laporan, termasuk di The Jerusalem Post, negara-negara seperti Inggris, Jerman, Kanada, dan Australia menggunakan produk mereka selama bertahun-tahun.

Banyak negara menggunakan pesawat yang dikemudikan dari jarak jauh (RPA) untuk mengumpulkan intelijen, dan rudal SPIKE buatan Israel digunakan dalam pertempuran.

Pasukan juga dapat berkendara dengan aman di daerah dengan intensitas tinggi dengan kendaraan taktis ringan militer MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected) buatan Israel.

Salah satu sistem senjata utama Israel yang digunakan oleh militer asing di Afghanistan adalah drone.

Laporan asing menyatakan bahwa Israel dianggap sebagai pengekspor drone terkemuka dan telah menjual sistem tersebut ke berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Australia, Kanada, Chili, Kolombia, Prancis, Jerman, India, Meksiko, Singapura, dan Korea Selatan.

Angkatan Udara Jerman mulai mengoperasikan Heron TP, yang diproduksi oleh Israel Aerospace Industries (IAI), di Afghanistan pada 2010. Mereka terlibat dalam ribuan misi, mencatat ribuan jam terbang.

Heron TP adalah RPA paling canggih IAI dengan daya tahan 40 jam, berat lepas landas maksimum 11.685 pound, dan muatan 2.204 pound. Mereka dapat digunakan untuk peran pengintaian, pertempuran dan dukungan dan dapat membawa rudal udara-ke-darat untuk menghancurkan target musuh.

Pilot Jerman dilatih di Israel tentang cara mengoperasikan RPA dan belajar tentang kemampuan pengawasannya.

Militer Kanada dan Australia juga menerbangkan Heron 1 RPA IAI di Afghanistan.

Dilengkapi dengan tautan data satelit dan sensor inframerah elektro-optik, Heron 1 tidak hanya mampu memberikan pengintaian kepada pasukan darat dalam situasi pertempuran, membantu dalam konvoi dan patroli, membuat profil pergerakan, dan melakukan pemantauan jangka panjang, tetapi juga juga mampu melacak bahan peledak dari udara. Beberapa dari mereka jatuh di Afghanistan. (Rekson)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.