Afganistan Rebut 3 Distrik di Baghlan, 60 Militan Taliban Tewas

Afganistan Rebut 3 Distrik di Baghlan, 60 Militan Taliban Tewas

230
1
BERBAGI
Beberapa hari setelah gerilyawan menguasai Kabul, pasukan perlawanan yang dipimpin oleh Pasukan Perlawanan Publik telah berhasil merebut kembali tiga distrik -- Pol-e-Hesar, Deh Salah dan Banu -- di Baghlan Afghanistan.

Kabul, Afganistan, (Warta Viral) – Wakil Presiden Afganistan Pertama Amrullah Saleh, bersumpah akan melawan Taliban dan mengembalikan pemerintahan setelah Presiden Ashraf Ghani kabur ke luar negeri.

Setelah Amrullah Saleh, mendeklarasikan diri sebagai penjabat presiden  Presiden Afghanistan berdasarkan konstitusi negara dan Saleh langsung membentuk front perlawanan terhadap Taliban dari provinsi Panjshir.

Tak berapa lama pasukan Pemerintah langsung terus menggempur Taliban.

Pejuang mujahidin di Afghanistan merebut kembali tiga daerah di provinsi Baghlan negara itu dari Taliban, menurut laporan pada Jumat (20/8/2021), ketika penduduk setempat melawan terhadap pengambilalihan baru-baru ini.

Pasukan anti-Taliban ini dilaporkan mengambil kembali kendali atas distrik Banu, Pol-e-Hesar dan De Salah di provinsi Baghlan.

“Melawan teroris Taliban adalah tugas kami # Pul-e-Hesar, Deh Salah dan distrik Banu di Baghlan telah diduduki oleh pasukan perlawanan. Perlawanan masih hidup,” cuit mantan penjabat menteri pertahanan Afghanistan Bismillah Muhammadi.

Laporan menunjukkan bahwa hampir 60 gerilyawan Taliban tewas sementara sekitar 15 orang terluka dalam pertempuran di tiga distrik itu. Taliban, bagaimanapun, belum mengeluarkan pernyataan tentang hal yang sama.

Menteri Pertahanan Afghanistan, Jenderal Bismillah Mohammadi, menjadi salah satu pejabat pemerintah yang masih bertahan di negara itu. Mohammadi bersumpah akan melawan Taliban.

Melalui kicauan di Twitter, Mohammadi menuturkan bahwa distrik Deh Saleh, Baon, dan Pul-Hesar, di Provinsi Baghlan telah berhasil direbut dari tangan Taliban.

Menurut kantor berita Afghanistan Asvaka, sejumlah pejuang Taliban dilaporkan terluka dan tewas. Pasukan pemerintah mengatakan bahwa mereka juga menuju ke distrik lain.

Kekacauan meletus di Afganisasi pekan lalu setelah Taliban merebut Kabul, memicu kepanikan di antara orang-orang di negara yang dilanda perang itu.

Situasi memburuk setelah presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara itu. Ghani, yang saat ini berada di Uni Emirat Arab (UEA), mengklaim bahwa dia melarikan diri dari negara itu untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.

Dia, bagaimanapun, mengatakan bahwa dia sedang dalam pembicaraan untuk kembali ke Afghanistan. (Rekson)

1 KOMENTAR

  1. Pemerintahan hasil merebut paksa dgn kekeradan senjata itu inskonstitusional, dan merusak tatanan demokrasi.

Comments are closed.