Lohot Pasaribu Resmi Nakhodai HPPPS Dairi

Lohot Pasaribu Resmi Nakhodai HPPPS Dairi

290
0
BERBAGI

Dairi, (Warta Viral) –  Lohot Pasaribu resmi terpilih sebagai Ketua Himpunan Pedagang Pusat Pasar Sidikalang (HPPPS) usai rapat perdana sekaligus pengenalan wajah baru Dewan Direksi dan Dewan Pengawas PD Pasar Dairi,  Kabupaten Dairi, Sumatera Utara dengan pedagang yang menempati Blok C, D, Balerong, Pedangang Daging Sapi, Babi dan eks terminal, bertempat di Balerong Blok C Pusat Pasar Sidikalang, Senin, (1/3/2021).

Rapat atas inisiatif pedagang dengan mengundang Dewan Direksi PD Pasar Dairi yang baru dilantik Bupati Dairi, Eddy KA Berutu pada Januari lalu.

HPPPS berharap kondisi Pasar Sidikalang kedepan akan tertib, bersih, nyaman dan aman. Pedagang siap berdiskusi dan ingin mengetahui apa saja rencana kerja Dewan Direksi ke depan, guna membenahi pasar yang selama ini terkesan kumuh, tidak tertib dan bermasalah soal keuangan terutama kewajiban berupa iuran.

Rapat berlangsung selama dua jam dan berjalan dengan tertib. Dialog dua arah terjadi penuh kekeluargaan walau sesekali terjadi interupsi. Pedagang menyampaikan masalah-masalah dan juga beberapa tuntutan yang disampaikan di forum itu. Hal itu mendapat respon baik dari Dewan Direksi termasuk Dewan Pengawas  serta Pembina PD Pasar Dairi

Inilah Tuntutan HPPPS kepada Dewan Direksi PD Pasar Dairi  : Pertama meminta penjelasan masalah hutang piutang. Menurut pedagang, tagihan PD Pasar Dairi  atas hutang iuran layanan pasar (ILP) terjadi akibat penyerahan pasar yang terlambat. Pedagang mengatakan, memang pembagian balerong pada 2013 lalu, akan tetapi tidak dapat ditempati sebab masih dikelilingi kios-kios. Pada tahun 2015, balerong mulai dibongkar dan pedagang baru bisa menempati tempatnya untuk berjulan pada tahun 2016.

Namum tagihan ILP PD Pasar Dairi ke pedagang sudah terhitung sejak tahun 2013. Pedagang dengan tegas meminta agar hal itu menjadi bahan evaluasi kepada direksi baru. Sebab mereka tidak akan mau membayar yang bukan menjadi kewajiban pedagang karena kelalaian direksi lama.

Kata pedagang lagi, dalam perjanjian dengan direksi lama, PD Pasar Dairi akan memfasilitasi penerangan berupa lampu dan air bersih serta pemeliharaan pasar. Namum hal itu tidak terealisasi dengan baik, sementara ILP berjalan terus normal. Tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajiban kata pedagang.

Tututan kedua, pedagang meminta penataan pajak yang serius dan tegas. Pasar pagi dimasukkan menjadi satu tempat, misalnya di eks terminal. Tidak mencampur lokasi pedagang sayur dengan pedagang kain serta membuat tempat khusus untuk pedagang daging dan ayam potong. Saat ini, pedagang ikan berserak dengan menempati blok C2 dan eks terminal.

Akibatnya, bau busuk ikan menyegat dimana-mana dan inilah salah satu yang membuat pasar terlihat kumuh.

Tuntutan ketiga, agar PD Pasar Dairi benar-benar mengelola dan menjaga lingkungan dengan mengangkut sampah pasar setiap hari. Tuntutan keempat, agar retribusi balerong dan pelataran dikurangi atau hanya setegah ILP  kios atau stand, apalagi disaat pendemi Covid-19 saat ini penjualan berkurang dan berakibat pendapatan juga berkurang.

Tututan tentang penertiban pedagang liar yang berjulan diluar lingkungan pasar dengan memanfaatkan jalan raya dan trotoar juga menjadi sorotan HPPPS. Sebagai dampak tidak adanya penindakan tegas kepada pedagang liar itu, akhirnya memicu pedagang di dalam balerong pasar terpaksa ikut berdagang diluar pasar karena tidak laku lagi.

Inilah masalah pokok dalam penertiban yang nyaris baku hamtam disetiap waktu. Pedangan pemilik lapak siap ditertibkan dengan terlebih dahulu penertiban pedagang lias diluar pasar.

Hal lainnya adalah masalah kepemilikan kios, stand atau balerong. HPPPS mencatat para pemilik kios dan balerong banyak bukan pedagang. Informasinya, para oknum ASN Pemkab Dairi.

HPPPS juga meminta PD Pasar Dairi sebagai mitra kerja pedagang harusnya mengedepankan dialog dan diskusi dengan pedagang bilamana akan ada pembangunan dan atau renovasi pasar.

Hal yang membuat pedagang geram selama ini adalah munculnya pasar-pasar atau lapak-lapak baru di luar Pasar Sidikalang seperti di Jl. Air Bersih (SPG) dan Di Depan RSUD Sidikalang. Sementara tidakan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai garda terdepan penegak Perda Nomor 1 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum, tidak terlaksana dengan baik dan benar.

Terakhir, HPPPS meminta Direksi PD Pasar Dairi bertindak tegas terhapap para pedagang grosir dari Medan. Faktanya, usai mendrop jualannya ke pedagang di Pasar Sidikalang, mereka menjajakan jualannya dengan meng-obral diatas kendaraan yang diparkir di lokasi pasar. Akibatnya, pedagang kain, sepatu dan lainnya mati suri, tidak laku.

Adapun Dewan Direksi PD Pasar Dairi yang hadir dalam rapat itu yakni; Jon Tony Dabutar sebagai Direktur Utama, Chandra Simanjuntak sebagai Direktur Operasional dan Lumpin Pangaribuan sebagai Direktur Umum. Sementara Dewan Pengawas Aritonang dan Berutu serta dihadiri Pembina PD Pasar Dairi, Lupinus Sembiring.

Jon Tony meminta kepada HPPPS agar diberi waktu  kepada direksi baru untuk fokus kerja dan dapat mengambil kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Ia juga mengatakan terima kasih kepada pedagang yang dengan tertib dan teratur serta bermartabat dalam menyampaikan aspirasi dengan mengundang mereka.

Dirut PD Pasar Dairi, Jon Tony (kiri), Direktur Ops, Chandra Simanjuntak, Direktur Umum, Lumpin Pangaribuan, Pembina PD Pasar Dairi, Lupinus Sembiring, Pegawas, Berutu dan Aritonang.

Senada Jon Tony, Direktur Operasional, Chandra Simanjuntak dengan tegas menyatakan akan segera melakukan tindakan penertiban kepada pedagang liar diluar lingkungan pasar. Sebagai anak pedagang, Chandra mengakui dan sangat memahami keluhan pedagang dan situasi kondisi pasar saat ini.

“Kami sangat paham kondisi bapak/ibu dan situasi pasar saat ini. Kami terpilih sebagai direksi bukan semata-mata karena kami kekurangan pekerjaan. Bukan, bukan. Kami hadir untuk turut bersama bapak/ibu membenahi pasar ini agar lebih baik kedepannya. Beri kami waktu untuk bekerja dan pasti akan kami buat tindakan-tidakan yang tepat untuk kebaikan pasar ke depan”katanya.

“Saya ucapkan terima kasih. Saat ini, 80 persen tugas saya sudah selesai, karena bapak/ibu telah menyampaikan tuntutan dan itulah tugas saya dalam mengawasi kinerja direksi kedepan. sekarang, saya hanya tinggal chek list saja tiap bulan, bagaimana perkembangannya,” pungkas Aritonang.

Sementara Pembina PD Pasar Dairi yang juga Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Dairi, Lupinus Sembiring mengapresiasi langkah HPPPS dengan membuat acara dialog dan mengundang direksi baru untuk duduk bersama mencari solusi.

“Saya apresiasiasi pedagang. Ini patut ditiru dan ditindaklanjuti ke depan. Mari kita kedepankan dialog, diskusi untuk mencari solusi. Pemerintah akan terus mendorong agar tujuan kita bersama segera tercapai yaitu Pasar Sidikalang yang bersih nyaman, aman dan dapat menjadi tempat tujuan wisata,” harap Sembiring.

“HPPPS siap menjadi mitra PD Pasar dalam membagun Dairi yang lebih baik, unggul dan berjaya. Harapan kami, Pasar Sidikalang dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Dairi  selain Silahisabungan yang kemarin ditinjau Menko Maritim, Bapak Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri PariwisataEkraf, Bapak sandiaga Uno. Pasti bisa jika semua mau dialog dan melepas ego masing-masing. Pedagang siap bekerjasama,” ujar Lohot penuh harap. (01/yms)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.