Bupati Dairi Ikuti Acara Penyerahan DIPA dan TKDD Secara Virtual

Bupati Dairi Ikuti Acara Penyerahan DIPA dan TKDD Secara Virtual

451
0
BERBAGI

Dairi, (Warta Viral) – Bupati Dairi Edy Keleng Ate Berutu bersama dengan Sekdakab Dairi Drs Leonardus Sihotang ikuti Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang di selengarakan secara virtual oleh pihak istana negara Rabu, (25/11/2020).

Selain itu turut juga hadir Kepala Bapeda Kabupaten Dairi Ir Hotmaida Butar–Butar MT serta Kadis Pemdes kabupaten Dairi, Drs Junihardi Siregar MM.

Acara penyerahan DIPA dan Rincian Alokasi TKDD untuk tahun 2021 ini diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara.

Dalam amanahnya Presiden Jokowidodo mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang sulit dan bahkan, katanya, tahun 2021 juga bangsa Indonesia masih menghadapi ketidakpastian.

Oleh karena itu, Jokowi di dampingi oleh wakil presiden Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa kecepatan, ketepatan dan akurasi harus tetap menjadi karakter setiap kebijakan.selain juga Jokowi mengatakan bahwa APBN 2021 masih terfokus pada Penanganan Kesehatan yang difokuskan pada vaksinasi Covid-19; Perlindungan Sosial, Pemulihan Ekonomi, dan Reformasi Struktural.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa belanja pada APBN 2021 mencapai Rp 2.750 triliun terdiri dari Belanja Kementerian dan Lembaga sebesar Rp 1.032 triliun, serta Transfer Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 795,5 triliun, yang mana keseluruhannya dipergunakan untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Belanja Pemerintah merupakan roda penggerak ekonomi. Oleh karena itu saya harapkan kepada para Menteri, Kepala Lembaga dan Kepala Daerah untuk melakukan Reformasi Anggaran, serta memanfaatkan APBD dan APBN dengan cermat, ”ujar Presiden Jokowi

Dalam laporannya menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani menjelaskan bahwa penyusunan APBN 2021 dilakukan dalam situasi yang sangat menantang akibat Covid-19 yang menyebabkan guncangan sangat hebat.

Diantaranya adalah masalah Keuangan yakni mobilitas manusia yang dibatasi, perdagangan global merosot, sektor keuangan global bergejolak, harga komoditas menurun tajam, dan bahkan ekonomi global masuk jurang resesi.

Oleh sebab itu, kata Sri mulyani keuangan Negara menjadi instrumen utama dan sangat penting di dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada defisitnya APBN Tahun 2020.

Srimulyani mengatakan bahwa APBN 2020 mengalami defisit sebanyak 6,34 persen dari PDB atau sekitar Rp 1.039 triliun. (Kris)

TIDAK ADA KOMENTAR

Comments are closed.