Dua Mahasiswi Terseret Arus di Sungai Batu Putu, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

Headline, Lampung72 Dilihat

Bandar Lampung — Dua orang mahasiswi pengunjung Wira Garden dilaporkan hilang setelah terseret arus di Sungai Batu Putu, kawasan Wira Garden, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.05 WIB saat empat orang tengah bermain di sungai, namun tiba-tiba debit air meningkat drastis sehingga menyeret seluruh korban. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerima laporan kejadian pada pukul 13.15 WIB dari rekan korban. Tim rescue kemudian langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 32,2 kilometer dari kantor SAR. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan koordinasi dan assessment sebelum memulai penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Operasi pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik strategis, mulai dari Jembatan Sumur Putri, Jembatan PLTD, Jembatan Beton Teluk, hingga Jembatan Kota Karang.

Penyisiran dilakukan hingga radius kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi kejadian dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kota Bandar Lampung, Damkarmat, Polresta Bandar Lampung, PMI, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL) dan masyarakat setempat.

Namun hingga Rabu malam sekitar pukul 19.33 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian dan akan melanjutkan kembali pada Kamis (2/4) pagi sesuai rencana operasi hari kedua.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan di sejumlah titik bendungan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.

Kepala Kantor SAR Lampung yang diwakili oleh Dantim Rescue Santosa menyampaikan bahwa kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi tim, terutama arus sungai yang masih deras meskipun debit air mulai surut. Selain itu, hujan dengan intensitas ringan yang terjadi di wilayah hulu sungai turut memengaruhi kondisi pencarian.

BACA JUGA:  Kepala BPKAD Lampung Pimpin Rapat Evaluasi dan Persiapan Kegiatan 2025

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu yang dapat menyebabkan peningkatan debit air secara tiba-tiba,” ujarnya.

Dua korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Bunga (23) yang merupakan warga Kampung Baru Unila dan Fatmawati (23) merupakan warga Darul Hufas Kab. Pesawaran.

Sementara dua korban selamat adalah Rika Yolanda dan Damayanti. Hingga kini, tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dengan dukungan peralatan lengkap, termasuk perahu karet, alat selam, dan peralatan deteksi bawah air. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *