Bulog Lampung Catat Kinerja Gemilang 2025

Serap Ratusan Ribu Ton Beras hingga Salurkan Bantuan Pangan 100 Persen

Bandar Lampung – Perum Bulog Wilayah Lampung mencatat capaian signifikan sepanjang tahun 2025, mulai dari pengadaan hasil pertanian lokal hingga penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog Lampung, Rindo Safutra, dalam pertemuan bersama awak media, Selasa (20/1/2026).

Rindo Safutra mengungkapkan apresiasinya kepada insan pers yang telah berperan besar menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, peran media sangat penting dalam membangun komunikasi publik yang masif dan transparan.

“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman media. Tanpa dukungan dan publikasi dari rekan-rekan, tentu informasi yang kami sampaikan tidak akan sampai ke masyarakat secara luas,” ujarnya.

Rindo yang resmi menjabat sebagai Pimpinan Wilayah Bulog Lampung sejak 15 September 2025, setelah sebelumnya bertugas sebagai Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat, menyampaikan bahwa Lampung memiliki potensi besar di sektor pangan dan telah menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun lalu.

Dalam bidang pengadaan, Bulog Lampung berhasil menyerap setara beras sebanyak 202.564 ton yang berasal dari petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), serta mitra lokal di Provinsi Lampung. Selain itu, Bulog juga melakukan pengadaan jagung sebanyak 19.000 ton, sesuai penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Untuk pengadaan jagung, Lampung menempati peringkat kedua secara nasional. Target awal 80 ribu ton, dan realisasi kami mencapai 19 ribu ton,” jelasnya.

Tak hanya itu, realisasi pengadaan gabah dan beras bahkan mencapai 130 persen di atas target yang ditetapkan, yakni dari target 155.000 ton.

Di sisi penyaluran, Bulog Lampung sukses menyalurkan bantuan pangan beras dalam dua tahap. Tahap pertama pada Juni–Juli 2025 dengan total 14.659 ton, dan tahap kedua pada Oktober–November sebanyak 14.409 ton. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima 10 kilogram beras per alokasi, sehingga total 20 kilogram per penerima.

BACA JUGA:  KAI Group Berhasil Melayani 29.170.705 Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025

Selain beras, Bulog juga menyalurkan bantuan minyak goreng, di mana masyarakat menerima total 4 liter untuk dua alokasi. Seluruh penyaluran bantuan pangan tersebut telah diselesaikan 100 persen hingga akhir tahun 2025.

Bulog Lampung juga melaksanakan penyaluran melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang hingga kini telah mencapai 17.652 ton dan masih diperpanjang hingga 31 Januari 2026.

Untuk stok, Bulog Lampung mengelola cadangan pangan pemerintah sebesar 168.000 ton hingga akhir 2025. Stok ini disiapkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari SPHP, bantuan pangan, hingga penanganan kondisi darurat sesuai penugasan pemerintah.

Terkait program tahun 2026, Rindo menyampaikan bahwa Bulog Lampung masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah pusat dan Bapanas.

“Kami siap menjalankan penugasan begitu ada keputusan resmi. Saat ini kami menunggu arahan lebih lanjut agar penyaluran dan pengadaan bisa dioptimalkan,” pungkasnya. (Rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *