Banjir Kembali Melanda Bandar Lampung, Warga Menagih Janji Manis Walikota

Bandar Lampung – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) kembali membawa cerita lama yang terus berulang. Banjir Sejumlah ruas jalan, gang pemukiman hingga kawasan perumahan kembali terendam air, memperlihatkan bahwa persoalan banjir di kota ini masih jauh dari kata selesai.

Sejak siang hari, langit mendung pekat menyelimuti kota. Ketika hujan turun semakin deras, warga sudah bisa menebak apa yang akan terjadi. Air mulai menggenangi drainase yang tak mampu menampung debit hujan, lalu meluap ke jalan dan permukiman.

Dalam waktu singkat, beberapa wilayah di Bandar Lampung berubah menjadi lautan genangan. Aktivitas warga terganggu, kendaraan terjebak, dan sejumlah rumah terendam air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat sedikitnya 38 titik banjir terjadi di berbagai wilayah kota. Di balik angka tersebut, tersimpan kabar duka.

Analis Bencana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa banjir kali ini juga menelan korban jiwa.

“Korban meninggal berinisial S (10) dan satu orang dewasa yang masih belum teridentifikasi,” ujarnya.

Selain itu, seorang anak laki-laki berusia enam tahun dilaporkan masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.

Banjir yang kembali terjadi ini juga memunculkan kembali ingatan publik pada sejumlah janji penanganan banjir yang pernah disampaikan pemerintah kota beberapa tahun lalu.

Saat masa kampanye pemilihan wali kota lima tahun silam, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana pernah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan banjir yang kerap menghantui kota ini.

Ia sempat menjelaskan bahwa banjir di Bandar Lampung dipicu oleh aliran air dari wilayah dataran tinggi yang mengarah ke pusat kota. Solusi yang disampaikan kala itu antara lain membelokkan aliran sungai, memperbesar talud, serta memperkuat bronjong agar air tidak meluap ke pemukiman warga.

BACA JUGA:  Gerakan Pangan Murah di Pesisir Barat Diserbu Warga, Harga Bahan Pokok Turun Drastis

Namun seiring berjalannya waktu, Ida Rahayu salah satu warga Bandar Lampung menilai penanganan banjir belum menunjukkan perubahan signifikan. Saat hujan deras kembali datang, genangan air masih dengan mudah muncul di berbagai titik.

Beberapa wilayah yang terdampak banjir pada Jumat sore antara lain Jalan Pulau Singkep Sukarame Baru, Jalan Pangeran Senopati Korpri Jaya, Jalan Taurus Rajabasa Nunyai, Jalan Ratu Dibalau Tanjung Senang, Jalan Gatot Subroto Enggal, Way Halim, hingga Sukarame.

Genangan juga terjadi di sejumlah titik strategis seperti kawasan depan Hotel Asoka Way Halim, sekitar Bank Unila, serta beberapa perumahan di Campang Raya dan Jagabaya.

Menurutnya, banjir kini terasa bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan seperti peristiwa tahunan yang hampir bisa diprediksi setiap musim hujan.

Banjir tidak hanya dipengaruhi curah hujan tinggi, tetapi juga persoalan perencanaan kota, tata ruang, serta sistem drainase yang belum tertata secara menyeluruh.

Di tengah pesatnya pembangunan perumahan dan kawasan bisnis, ruang resapan air semakin berkurang dan sungai di sejumlah lokasi mengalami penyempitan. Kondisi tersebut membuat air hujan lebih mudah meluap ke jalan dan permukiman.

Peristiwa banjir yang kembali terjadi ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah untuk mempercepat langkah konkret dalam penanganan banjir.

Tragedi yang menelan korban jiwa seharusnya menjadi momentum evaluasi besar agar persoalan banjir di Bandar Lampung tidak terus berulang dan warga tidak lagi harus hidup berdampingan dengan ancaman yang sama setiap musim hujan. (Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *