Karimun — Beredar isu panas di tengah masyarakat Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, terkait dugaan akan adanya penggeseran salah satu pejabat di lingkungan Kecamatan Moro. Isu tersebut menyebutkan adanya campur tangan seorang tokoh masyarakat dari Desa Jang, sehingga memicu tanda tanya dan keresahan publik, Rabu (07/01/2026).
Informasi ini ramai diperbincangkan di warung-warung kopi di wilayah Moro. Berdasarkan penelusuran awak media, salah satu tokoh masyarakat Desa Jang berinisial HB diduga melontarkan pernyataan yang mengarah pada penggeseran seorang pejabat di lingkup Kecamatan Moro.
Situasi ini memunculkan keheranan di kalangan masyarakat. Pasalnya, muncul dugaan adanya intervensi dari wilayah lain terhadap urusan internal Kecamatan Moro.
“Anehnya, kok bisa wilayah lain mencampuri wilayah lain. Ada apa sebenarnya? Kenapa pejabat di Kecamatan Moro mau digeser, dan siapa yang ingin digantikan?” ujar seorang warga dengan nada heran.
Sejumlah tokoh masyarakat Moro pun angkat bicara. Mereka menilai isu tersebut mencerminkan sikap sewenang-wenang dan tidak mencerminkan etika dalam tata kelola pemerintahan.
“Zaman sekarang ini siapa yang punya kuasa seenaknya bercakap. Apalagi kalau merasa punya saudara orang atas, sesuka hati mau geserkan orang,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Moro yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, jika keinginan pribadi tidak terpenuhi, jangan sampai melontarkan pernyataan yang dapat memicu kegaduhan dan merusak keharmonisan sosial.
Sementara itu, pejabat yang disebut-sebut akan digeser, berinisial **RH**, mengaku terkejut saat dikonfirmasi awak media. Ia menegaskan sama sekali tidak mengetahui adanya rencana atau isu tersebut.
“Saya baru dengar isu ini dari media. Saya pikir hanya isu biasa, ternyata sudah ramai dibicarakan di warung kopi,” ujarnya.
RH juga menyampaikan kegelisahannya apabila benar isu tersebut berkembang tanpa dasar yang jelas.
“Saya ini orang bawah. Kalau memang mau digeser, saya ingin tahu alasannya apa. Apalagi ini katanya datang dari tokoh masyarakat wilayah lain, bukan wilayah saya. Ini menurut saya aneh,” tegasnya dengan nada geram.
Hingga berita ini diterbitkan, tokoh masyarakat Desa Jang berinisial HB belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan penggeseran pejabat di Kecamatan Moro. Awak media masih berupaya meminta keterangan guna menjaga keberimbangan informasi.
Isu ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan besar tentang batas kewenangan, etika sosial, serta potensi intervensi non-formal dalam urusan pemerintahan di tingkat kecamatan. (Rudi)







