Lampung Selatan – Pantai Tanjung Gading di Desa Tanjung Gading, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, menyimpan potensi wisata alam yang cukup menjanjikan. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan promosi agar dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang dikenal masyarakat luas.
Potensi tersebut terlihat saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) Kelompok Tanjung Gading melakukan peninjauan langsung ke kawasan Pantai Tanjung Gading. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mahasiswa mengenali potensi desa sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata yang ada di wilayah tersebut.
Kelompok KKN Tanjung Gading terdiri dari Siti Anggraini Zamzani, Desi, Umi Tria Herawati, Siti Septia Eka Pratiwi, Riki Erta, Khanaya Dwi Arista, Ratih Indarsih, dan Muhammad Ramadhan.
Dari hasil pengamatan di lapangan, kawasan Pantai Tanjung Gading masih memiliki suasana alami dengan hamparan pesisir, bebatuan, pepohonan kelapa, serta lingkungan yang relatif asri. Kondisi tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Namun, akses menuju lokasi masih menjadi salah satu kendala. Jalan menuju pantai tergolong sempit dan terdapat sejumlah bagian yang cukup curam. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian apabila kawasan ini hendak dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Kepala Desa Tanjung Gading, Alinurdin, berharap pemerintah dapat melihat potensi yang dimiliki wilayahnya dan memberikan dukungan, khususnya dalam peningkatan infrastruktur menuju kawasan pantai.
Menurutnya, perbaikan akses akan menjadi salah satu langkah penting untuk membuka peluang pengembangan wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Potensinya ada dan cukup menjanjikan. Kami berharap pemerintah bisa melihat dan memberikan sentuhan pembangunan, terutama untuk akses menuju pantai,” ujar Alinurdin, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Selain panorama pantai, kawasan tersebut juga memiliki potensi lain berupa mata air alami. Menurut Alinurdin, sumber mata air yang berada di kawasan pantai tersebut memiliki kualitas yang baik dan telah dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Ia menyebut air dari sumber tersebut dapat diminum secara langsung tanpa harus dimasak terlebih dahulu. “Di lokasi juga ada mata air. Airnya bisa langsung diminum dan sudah pernah dilakukan pengecekan laboratorium,” katanya.
Keberadaan mata air tersebut menjadi daya tarik tambahan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari potensi wisata alam Pantai Tanjung Gading.
KKN UML Dorong Promosi Digital
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN UML Kelompok Tanjung Gading tidak hanya melakukan peninjauan langsung, tetapi juga mengambil langkah awal untuk membantu memperkenalkan Pantai Tanjung Gading kepada masyarakat melalui media digital.
Salah satu program kerja yang dilakukan adalah digitalisasi dan promosi destinasi wisata Pantai Tanjung Gading melalui media sosial.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan dokumentasi kawasan pantai, mengumpulkan informasi mengenai potensi wisata, serta membuat akun media sosial khusus untuk Destinasi Wisata Pantai Tanjung Gading.
Akun tersebut diharapkan dapat menjadi media informasi dan promosi bagi masyarakat maupun calon wisatawan yang ingin mengetahui keberadaan Pantai Tanjung Gading.
Selain pembuatan akun media sosial, mahasiswa KKN UML juga melakukan publikasi melalui pemberitaan mengenai potensi Pantai Tanjung Gading setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk membantu pemerintah desa memperkenalkan potensi wisata secara lebih luas, khususnya melalui pemanfaatan media digital. “Setelah kami melakukan peninjauan langsung, kami melihat Pantai Tanjung Gading memiliki potensi yang cukup menarik. Karena itu, kami mencoba membantu dari sisi publikasi dan promosi digital, salah satunya dengan membuat media sosial untuk destinasi wisata ini,” ujar mahasiswa KKN UML.
Promosi digital dinilai penting bagi destinasi yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas. Dokumentasi mengenai panorama pantai, kondisi lingkungan, akses menuju lokasi, hingga potensi mata air dapat menjadi materi untuk memperkenalkan kawasan tersebut kepada masyarakat.
Kehadiran mahasiswa KKN UML diharapkan tidak hanya menghasilkan program selama masa pengabdian di desa, tetapi juga meninggalkan langkah awal yang dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Dengan dukungan infrastruktur dari pemerintah serta pengelolaan dan promosi yang dilakukan secara berkelanjutan, Pantai Tanjung Gading dinilai memiliki peluang untuk berkembang sebagai destinasi wisata berbasis alam di Kecamatan Rajabasa.
Pemerintah desa berharap potensi tersebut mendapat perhatian lebih lanjut sehingga pengembangan wisata nantinya dapat berjalan seiring dengan peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
“Harapan kami, potensi yang ada ini jangan sampai dibiarkan. Kalau akses dan infrastrukturnya mendapat perhatian, kami yakin Pantai Tanjung Gading bisa lebih dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Alinurdin. (*)







