Unila Tembus Q2 Scopus, Tonggak Baru Menuju Kampus Riset Berkelas Dunia

Headline, Pendidikan31 Dilihat

Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam rilis terbaru SCImago Journal Rank (SJR) 2025, Unila berhasil menempatkan Jurnal Sylva Lestari pada kategori Quartile 2 (Q2)—capaian tertinggi sepanjang sejarah universitas tersebut.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi Unila dalam memperkuat reputasi akademik global. Tak hanya itu, empat jurnal lainnya juga menunjukkan performa solid dengan menempati posisi Q3 dan Q4, menandakan konsistensi kualitas publikasi ilmiah yang terus meningkat.

Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari strategi penguatan riset dan publikasi ilmiah yang telah dijalankan.

“Ini bukti bahwa standar akademik Unila semakin diakui dunia. Kami akan terus memberikan dukungan penuh agar prestasi ini bisa terus meningkat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua LPPM Unila, Dikpride Despa, yang menilai keberhasilan ini lahir dari kerja kolektif seluruh pengelola jurnal.

“Prestasi ini adalah hasil kolaborasi. Kami berkomitmen menjaga kualitas substansi dan teknis agar jurnal-jurnal Unila semakin kompetitif,” jelasnya.

Akselerasi SINTA: Puluhan Jurnal Disiapkan

Tak berhenti di level internasional, Unila juga tancap gas memperkuat basis publikasi nasional. Ketua Pusat Publikasi dan Kerja Sama, Gigih Forda Nama, mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi momentum ekspansi besar-besaran.

Puluhan jurnal baru tengah dipersiapkan untuk mengikuti akreditasi dan re-akreditasi di SINTA. Targetnya jelas: mendorong lebih banyak jurnal masuk ke SINTA 1 dan SINTA 2 sebagai fondasi menuju indeksasi global seperti Scopus dan Web of Science.

“Capaian Scopus ini baru puncak gunung es. Kami akan kawal ketat proses akreditasi agar kualitas jurnal terus meningkat,” tegas Gigih.

Daftar Jurnal Unila di SJR 2025

Berikut capaian jurnal Unila dalam pemeringkatan SJR 2025:

  • Jurnal Sylva Lestari — Q2 (tertinggi dalam sejarah Unila)
  • Administrative and Environmental Law Review (AELR) — Q3
  • Journal of Tropical Plant Pests and Diseases — Q3
  • Indonesia Private Law Review (IPLR) — Q3
  • Lampung Journal of International Law (LaJIL) — Q4
BACA JUGA:  Tri dan 1.000 Guru Foundation Buka Akses Digital di Pelosok Negeri

Sinergi antara pimpinan universitas, LPPM, serta seluruh pengelola jurnal menjadi kunci optimisme Unila dalam memperluas kontribusi riset berkelas dunia yang berdampak nyata, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan capaian ini, Unila tidak hanya mengukuhkan diri sebagai kampus unggulan di Sumatra, tetapi juga semakin diperhitungkan dalam peta akademik global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *