Rolling 51 Kepsek SMA/SMK Negeri, Disdikbud Lampung Dorong Lompatan Mutu Pendidikan

Headline, Pendidikan31 Dilihat

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung resmi melantik dan merotasi 51 kepala sekolah SMA dan SMK Negeri di berbagai kabupaten/kota. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menyegarkan organisasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika birokrasi yang sehat dan diperlukan untuk menjaga performa institusi.

“Rolling jabatan itu sesuatu yang biasa. Ini untuk penyegaran agar mereka bisa bekerja lebih baik dan memiliki ruang baru untuk ‘bernapas’ dalam menjalankan tugas,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, para kepala sekolah yang baru dilantik harus bergerak cepat beradaptasi di lingkungan kerja yang baru. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi dengan dewan guru, menciptakan tata kelola yang transparan, serta menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.

“Yang terpenting adalah peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kepada siswa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Lampung, Syafrimen, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong kinerja yang lebih optimal di lingkungan sekolah.

“Pergantian jabatan merupakan bagian dari penyegaran untuk mendorong kinerja yang lebih optimal,” katanya.

Rotasi besar-besaran ini mencakup sejumlah sekolah unggulan di berbagai daerah, mulai dari Bandar Lampung, Metro, hingga wilayah Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Pergeseran ini diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam pengelolaan sekolah, baik dari sisi manajemen, inovasi pembelajaran, hingga peningkatan prestasi siswa.

Dengan dilantiknya 51 kepala sekolah tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menaruh harapan besar terhadap terciptanya suasana kerja yang lebih dinamis, profesional, dan adaptif terhadap tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kepemimpinan yang visioner dan mampu membawa perubahan nyata di tingkat satuan pendidikan. (*)

BACA JUGA:  SMKN 1 Moro Gelar Aksi Berbagi Sembako

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *