Bandar Lampung – Dinas Pangan Bandar Lampung baru saja merilis data Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) 2024 yang menunjukkan delapan kelurahan di Bandar Lampung masuk dalam kategori rentan ketahanan pangan. Sebanyak tujuh kelurahan masuk prioritas ketiga atau rentan sedang, sedangkan satu kelurahan berada pada prioritas kedua atau agak rentan.
Kelurahan yang masuk dalam prioritas ketiga ketahanan pangan adalah Sukarame II, Panjang Selatan, Karang Maritim, Way Lunik, Bumi Kedamaian, Kedaung, Sukamenanti Baru, dan Way Laga. Sementara itu, Kelurahan Way Gubak di Kecamatan Sukabumi menjadi satu-satunya kelurahan yang masuk kategori prioritas kedua atau agak rentan.
Menanggapi data tersebut, Wakil Ketua I DPRD Bandar Lampung, Sidik Efendi, memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk terus memperkuat ketahanan pangan lokal. “Meski wilayah-wilayah di kota ini dekat satu sama lain, kita harus berupaya meningkatkan ketahanan pangan lokal agar ke depan tidak ada lagi wilayah rentan pangan di Bandar Lampung,” ujar Sidik pada Selasa (12/11).
Sidik juga menyarankan beberapa langkah yang bisa diambil Pemkot Bandar Lampung untuk meningkatkan ketahanan pangan, antara lain:
1. Pengembangan Pertanian Perkotaan
Pemkot Bandar Lampung didorong untuk mendorong budidaya pertanian di lahan-lahan kecil, seperti pekarangan rumah dan lahan kosong. Upaya ini bisa membantu menyediakan bahan pangan segar di tingkat lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
2. Diversifikasi Sumber Pangan
Pemkot perlu mengembangkan lebih banyak pilihan pangan lokal, seperti tanaman pangan alternatif bernilai gizi tinggi yang mudah dibudidayakan di perkotaan. Hal ini bisa membantu mengurangi kerentanan pangan dengan menyediakan sumber pangan yang bervariasi.
3. Program Kesejahteraan Sosial dan Peningkatan Ekonomi
Pemerintah bisa mengembangkan program bantuan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru untuk meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan.
4. Optimalisasi Sistem Distribusi Pangan
Efisiensi distribusi pangan juga penting agar pangan sampai tepat waktu dan harga tetap stabil di wilayah-wilayah rentan.
5. Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi
Akses air bersih penting untuk menjaga kualitas pangan dan kesehatan masyarakat. Peningkatan infrastruktur air di wilayah rentan bisa mendukung ketahanan pangan secara keseluruhan.
6. Pelatihan dan Edukasi Masyarakat
Pemkot dapat memberikan pelatihan tentang gizi, keamanan pangan, dan metode bercocok tanam untuk membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.
7. Kolaborasi dengan Pihak Swasta dan Organisasi Non-Pemerintah
Kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menyediakan bantuan pangan, program edukasi, dan infrastruktur yang dibutuhkan.
“Melalui langkah-langkah ini, diharapkan daerah-daerah yang rentan pangan di Bandar Lampung dapat menjadi lebih mandiri dan tahan terhadap ancaman kelangkaan pangan,” ujar Sidik, berharap agar upaya ini segera direalisasikan demi ketahanan pangan yang lebih baik di Bandar Lampung. (*)







