Dairi, (Warta Viral) – Parhalado dan jemaat gereja HKBP II Sidikalang, Kecamatan Sidikalang dikabarkan menolak Pendeta Evalina Simamora sebagai Pendeta Resort di Gereja HKBP II Sidikalang, Kabupaten Dairi karena diduga melanggar peraturan Gereja.

Selain itu juga SK yang di keluarkan oleh Pusat HKBP Pearaja Tarutung dinilai sudah melewati ambang batas karena sudah sudah setahun lebih dikeluarkan sehingga SK dianggap gugur dan penempatannya, sebagai Pimpinan Pendeta Resort di Gereja HKBP II Sidikalang terkesan dipaksakan.

Dan akibatnya penempatan ini mendapat penolakan dari sejumlah jemaat dan Parahalado karena dinilai bertolak belakang dengan peraturan Gereja yang dikeluarkan oleh Pusat HKBP.

Disebutkan, dalam peraturan yang di keluarkan oleh peraturan Gereja HKBP, seorang Pendeta yang bertugas dalam satu Distrik maksimal hanya 2 periode dalam satu Distrik.

Akibat dari penolakan ini Gereja HKBP Resort II Sidikalang tidak memilik Pendeta Resort sebagai penanggung jawab pelayanan dan kejadian ini sudah berlangsung setahun lebih setelah Pendeta lam, Pendeta EMB Nababan pindah tugas dari Kabupaten Dairi.

Sisi lain dari penolakan ini, meskipun tidak memiliki Pendeta Resort, para Parhalado Gereja HKBP II Resort Sidikalang tetap dengan setia melakukan pelayanan ibadah di gereja terhadap jemaat dan aktifitas kegiatan rohani tetap berjalan dengan normal seperti biasanya.

Hal ini terlihat jelas pantauan media ini saat bincang-bincang dengan salah seorang jemaat, Minggu (27/11/2022) di sela-sela acara kebaktian.

Pada kesempatan itu salah seorang jemaat yang berhasil di wancarai media ini dari lingkungan II bernama Melpa Sinaga menyebutkan, akibat kekosongan itu pelaksanaan ibadah Minggu terpaksa di pimpin oleh seorang Parhalado walaupun pada setiap minggunya selalu ada pendeta yang didatangkan dari gereja lain (HKBP – red).

“Selama ini pelayanan ibadah setiap ibadah minggu kita dilayani oleh parhalado ,tiap Minggu memang ada satu orang pendeta melayani yang sengaja di datangkan dari gereja lain, tetapi selebihnya jemaat hanya di layani oleh parhalado saja.

Setiap Minggu perayaan ibadah dilaksanakan sebanyak tiga kali, dua diantaranya hanya dilayani oleh parhalado ” jelasnya.

Di singgung atas penolakan parhalado terhadap pendeta Evalina Simamora Mth , Melpa menyebutkan, mungkin Parhalado dan jemaat lainnya melihat ada yang kurang pas dengan Pendeta yang baru sehingga mendapat penolakan dari jemaat dan Parhalado.S

ementara itu saat hal ini akan di konfirmasi di kediamannya , Senin (28/11/2022), Pendeta S Manullang selaku Pareses HKBP Distrik VI Kabupaten Dairi mengatakan, “Boasa pola ikkon di beritahon, aha maksudna.”.? (kenapa harus di beritakan dan apa tujuannya-red), ujarnya.

Selain itu juga , Pendeta Manulang , bahkan sempat memaksa awak media supaya menunjukan surat tugas khusus dari Redaksi meskipun sudah menunjukkan KTA Jurnalis.

“Surat tugas ke sini mana”?, itukan KTA, bukan surat tugas,” ujarnya dengan suara lantang saat awak media ini menunjukkan tanda pengenal disaksikan oleh oleh istri sang Pendeta.

Dan setelah melalui sedikit melalui perdebatan akhirnya Pendeta bersedia juga memberikan keterangan meskipun dengan wajah bengis.

Di katakannya, Pendeta Evi Simamora sebelumnya bertugas melayani Gereja HKBP Resort I Sidikalang, kemudian di pindahkan ke Gereja HKBP Resort Berampu Kabupaten Dairi dan kemudian memperoleh SK penempatan sebagai Pendeta Resort di HKBP Sidikalang II.

Terkait dengan peraturan masa periode Jabatan seorang Pendeta Resort di dalam satu distrik, Pendeta Manulang mengatakan, ada peraturan yang mengatur bahwa maksimalnya seorang pendeta dalam satu distrik hanya 2 periode tetapi di dalam pelayanannya ada yang 3 kali.

“Di peraturan ada dua kali tetapi pelaksanaannya ada yang sampai tiga kali dan itu atas pertimbangan pimpinan ” ujarnya dengan nada tinggi.

Menurut Pendeta Manullang, meskipun pelantikan (Pangojakkkonon – istilah HKBP red) mendapat penolakan dari parhalado dan jemaat acara pelantikan akan tetap dilaksanakan yang akan di pimpin langsung olehnya selaku pimpinaan HKBP distrik VI Dairi yang akan di laksanakan pada tanggal 11 Noverber tahun 2022 yang akan datang.

“Tanggal sebelas nanti akan di Lantik karena ini adalah penanggung jawab pelayanan rohani di resort”. Kemudian saat disingung tentang aksi penolakan yang dilakukan oleh Parhalado dan jemaat, Pendeta Manulang menjawab dengan singkat. “Orang itulah tanya ” ketusnya.

Penulis : R Kristo