Bekasi, (Warta Viral) – Hisar Pardomuan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Ruang Jurnalis Nusantara (RJN) Bekasi Raya sangat menyesalkan keluarnya surat klarifikasi dari Ketua MKKS-SMK Kota Bekasi yang ditandatangi oleh Drs. Boan M.Pd, perihal perjalanan para kepala sekolah se-Kota Bekasi yang plesiran ke negara Turki beberapa waktu lalu.

“Surat klarifikasi dari Ketua MKKS-SMK Kota Bekasi bentuknya modus alias akal-akalan untuk menghindar dari pemberitaan media yang semakin ramai diberitakan. Pasalnya, dalam surat tersebut tercantum ada izin dari atasan Dinas (terlampir), ternyata busyit, terlampirannya tidak ada disertakan dalam surat atau surat izinnya tidak dikasih,” ujar Hisar Pardomuan kepada Warta Viral, Jumat (28/10/2022).

Padahal, kata Hisar, menurut edaran Kemendikbud bahwa pegawai yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib mengajukan izin Perjalalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) apabila hendak melaksanakan PDLN, baik dengan dana dari pemerintah maupun swasta.

Jika, Ketua MKKS-SMK Kota Bekasi tidak bisa membuktikan surat izinnya, RJN Bekasi Raya mengancam akan melaporkannya kepada Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat dan Kementrian melalui surat konfirmsi, uja Hisar.

Sementara Dewan Penasehat RJN Bekasi Raya, Dicky Ardi, SH.,MH, yang juga Sekertaris Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) DPC Bekasi sekaligus juga menyesalkan keluarnya surat klarifikasi itu, surat klarifikasi tersebut bukan berisi klarifikasi atau hak jawab kepada media terkait pemberitaan MKKS-SMK Kota Bekasi ke Republik Turki.

Sebab dalam substansi surat jelas dikatakan bahwa hal tersebut hanya berisi “Laporan Hasil Kunjungan, dan ditujukan kepada atasan, pengawas pembina dan pihak-pihak terkait.

“Yang artinya tidak spesifik ditujukan sebagai Hak Jawab kepada media yang telah mengangkat pemberitaan tersebut, terlebih lagi dalam isinya ada beberapa point-point terdapat “Lampiran”, akan tetapi ketika awak media mengkonfirmasi terkait “Lampiran” yang dimaksudkan, Pihak MKKS-SMK Kota Bekasi sampai sejauh ini diam seribu bahasa dan tidak memberikan “Lampiran” dimaksud,” ulas Dicky.

“Dan hanya diberikan Lampiran Undangan dari “Oasis Internasional School” sedangkan “Lampiran” yang lainya tidak diberikan, sehingga muncul dugaan bahwa “Lampiran” tersebut diduga tidak ada atau memang dirahasiakan dari Awak Media. Ini Ada apa..?,” tegas Dicky.

Bahwa terkait isi pada Point A sampai D pada surat dimaksud, saling tidak bersesuaian dan bisa dikatakan tidak ada urgensinya untuk melakukan kegiatan tersebut, apalagi jika dilihat pada Point D, angka 1-5 terkait “hasil-hasil kegiatan sangat-sangat tidak ada urgensinya untuk studi banding ke luar negeri.

Apa manfaatnya untuk SMK/ SMA Negri di Kota Bekasi ? Apa untuk mendapat 5 hasil tersebut tidak bisa dilakukan di dalam negeri?, kalau mau jalan-jalan secara pribadi, ya silahkan saja. Jangan bawa-bawa Nama institusi sehingga timbul dugaan-dugaan di masyarakat.

Kalau bawa-bawa nama institusi apakah benar anggarannya dari pribadi-pribadi?. Kepada MKKS-SMK Bekasi, dihimbau segera memberikan hak jawab kepada awak media secara spesifik dan konfrehensif serta hak Jawab tersebut diberikan dengan terbuka, jujur dan transparan serta berikan Lampiran-Lampiran data konkret sebagaimana mestinya, ujar Dicky.

Penulis: Rademan