Jakarta, (Warta Viral) – Sebutan ‘Nasdrun’ berikut dengan logonya untuk Partai Nasdem berseleweran di media sosial menyusul atas keputusan partai yang tergesa-gesa mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.

“Luar Biasa Jagoan partai Nasdrun sudah kampanye nih, Aktor sudah ketemu sutradara politik identitas”, ujar Handry Winata saat mengomentari vidio pertemuan Anies dengan Rizieq Shihab yang menimbulkan banyak penafsiran, di grup facebook “Indonesia Mendukung Ahok”, hari ini, Minggu (9/10/2022).

Pemilik akun facebook, Orde Wulele langsung menimpali balasan dengan mengatakan, “Sudah mulai mereka SDH TDK lama lagi mereka akan jual ayat di rumah rumah ibadah. Hati hati dan waspada setiap gerakan orang orang tersebut karena mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka, ujarnya.

Sementara pemilik akun Hendra Ong menjawab Orde Wulele. “Mereka sebentar lagi menjual ayat dan mayat tetapi menurut saya presiden NKRI tidak mungkin dipimpin orang turunan arab, setahu saya suku jawa yang memimpin . Maka tidak perlu ditanggapi, ujarnya.

Sementara pemilik akun Ryus Giawa mengatakan, kita tidak sadar keberadaan orang timur tengah di Indonesia, harmonisasi kerukunan kita hancur berantakan karena filsafah dan kepercayaan yg mereka bawa dengan jargon-jargon mereka ala timur tengah.

“Jangan mereka mengurus dan peduli terhadap bangsa Indonesia, peduli terhadap negara asalnya saja mereka hancurkan. Hai pribumi di seluruh nusantara, bijaklah dalam menggandeng irang² timur tengah krena pengaruh penyebaran ajaran mereka sudah membuat kerukunan kita hancur berantakan. Sadarlah dan pahami bagaiamana karakterisitik orang timur tengah yang keberadaanya di Indonesia, ujarnya.

Wakil Ketua Umum (Waketum) NasDem Ahmad Ali langsung bereaksi menyikapi maraknya sebutan Nasdrun yang disematkan ke partai Nasdem dengan mengatakan tidak mengenal Nasdrun di perpolitikan nasional.

“NasDem kan namanya Nasional Demokrat, kok Nasdrun itu. Nggak kenal saya. Itu partai baru itu.,” kata Ali, Minggu (9/10/2022).

Penulis: Rekson Hermanto