Jakarta, (Warta Viral) – Pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurahman yang mengarahkan anggotanya untuk merespon pernyataan Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon, bertentangan dengan prinsip demokrasi dan negara hukum.

“Tindakan KSAD atas pandangan seorang anggota DPR merupakan bentuk pembangkangan terhadap otoritas sipil. Tindakan itu tidak dibenarkan dengan dalih apapun. Sikap tersebut adalah cermin dari tentara berpolitik dan tidak menghormati supremasi sipil, bukan tentara profesional,” ujar Koalisi masyarakat sipil yang diwakili Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur dalam pernyataan tertulisnya, Kamis, 15 September 2022.

Sementara para pengiat media sosial ramai ramai menyudutkan KSAD Jenderal Dudung Abdurahman. Salah satunya datang dari Akun Twitter @BosTemlen_ dengan menulis, baru kali ini dalam sejarah TNI ada Kasad jadi biang kerok provokasi di depan publik.

“Memperalat dan mengerahkan masa personil TNI untuk kepentingan sendiri. Opini ya lawan opini bukan pengerahan masa! STUPID! #KasadProvokator, ujarnya di kutip Warta Viral, Jumat (16/9/2022).

Sementara itu akun twitter @kafiradikalis, Membalas @BosTemlen mengatakan, “Busyet, Dudung merendahkan DPR. Hahahahahahaha…Apa dia gak sadar kalau mau jadi panglima TNI harus atas persetujuan DPR?. “Jangan sampai anggota DPR lain bersimpati kepada Effendi Simbolon yg malah membuat karir Dudung selesai…Selamat tinggal mimpi jadi panglima TNI.”.

Akun @chris_chang09, Membalas, @kafiradikalis dan @BosTemlen, “Effendi Simbolon gak perlu minta maaflah, DPR memang lembaga pengawasan, Pak Dudung sikapnya bijaklah, sejarah gelap orde baru jgn terulang. nga maju negara kita, ujarnya.

Editor: Rekson