Jakarta, (Warta Viral) – Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta bentukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai bermasalah.

Pasalnya, gaji TGUPP itu berasal dari APBD senilai Rp 28,5 miliar dengan jumlahnya terus membengkak hingga 74 orang.

Padahal, TGUPP bentukan Gubernur Gubernur sebelumnya, gaji TGUPP itu berasal dari anggaran Tunjangan Operasional Gubernur DKI dengan jumlah hanya 5 orang.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan berakhir masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 16 Oktober 2022 mendatang, maka keberadaan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) di Pemprov DKI Jakarta juga harus berakhir.

“Sampai saat ini saya pun terus mempertanyakan hasil kerja dari TGUPP. Saya banyak menerima laporan miring mengenai kinerja tim tersebut selama ini, hingga akhirnya TGUPP sarat dengan stigma negatif. Sebelumnya saya juga telah memangkas jumlah tim tersebut dari 73 orang menjadi 50 orang karena terlalu gemuk,” ujar Prasetyo Edi Marsudi di akun twitternya yang dikutip Warta Viral, Jumat (16/9/2022).

Berbagai komentar terkait TGUPP yang disampakain netizen, @FirdausyMuh Membalas, “TGUPP dibentuk Anies memang bukan untuk kerja beresin Jakarta cuma untuk melindungi majikannya itu dari jerat hukum karena korupsi dengan dalih kelebihan bayar, dana-dana siluman juga dari caci & makian warga DKI yang marah karena ketidak becusan kerja gabenernya!!!”.

@JoyWongSo, Membalas, “Sumur resapan yg katanya mampu menampung air agar tidak banjir, apa iya jakarta sekarang bebas dari banjir? Mana pasukan TGUPP yang habiskan anggaran banyak, tp kerjaan beres kayaknya km kebanyakan nasbung jd sulit melihat”.

Editor: Rekson