Cikarang, (Warta Viral) – Pungutan liar (Pungli) dalam pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di Kantor pelayanan Satuan penyelenggara administrasi (Satpas) Kabupaten Bekasi, Jalan Kalimalang Desa Wangun harja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali marak.

Pasalnya, saat ini sangat sulit untuk memperoleh kelulusan pada tahap uji teori dan praktik mengemudi. Kondisi sulit itu kemudian secara sistematis banyak orang yang lebih memilih jasa calo untuk meluluskan pemohon dari ujian teori dan praktik.

Kondisi sulit itu kemudian secara sistematis dijadikan modus menaikkan ‘uang pelicin’ untuk meluluskan pemohon dari ujian teori dan praktik.

Hasil investigasi Warta Viral, menyebutkan pemohon SIM yang sudah gagal mengikuti ujian teori langsung digiring dan ditawarkan kemudahan dengan syarat memberikan uang pelicin.

Salah seorang calo atau biro jasa yang tidak disebutkan namanya mengatakan, sehari sebelumnya, konfirmasikan lewat SMS ke WA 085719042444 untuk daftar, dengan cara KTP agan di scan dikirim ke email saya atau bisa juga bawa fotocopy sebanyak 5 lembar nanti di bawa saat bikin SIM dan jam berapa anda akan datang.

Lalu saat anda sampai di Satpas SIM, setibanya di sana anda SMS/telepon saya, saya akan datang ke tempat anda untuk mengambil persyaratan yang diperlukan, selanjutnya saya akan proses secepatnya.

Tapi buat sekarang agak ketat “Dibantu Sampai Beres” selanjutnya anda tinggal tunggu untuk pengambilan foto dan SIM anda akan segera selesai. Proses keseluruhan sampai dengan SIM jadi antara 1 s.d 2 jam (Senin s.d Jumat). Tapi tergantung juga dari peminat pembuatan SIM, kalau lagi banyak, antri foto juga memakan waktu lama, ujar biro jasa.

Uang pelicin untuk memperoleh kelulusan ujian terori dan praktik saat ini berpariasi mulai dari Rp 250 ribu hingga menjadi Rp650 ribu. Setelah terjadi kesepakatan harga, pemohon tinggal menunggu SIM dicetak.

Padahal, uang pelicin itu diluar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), uang kesehatan dan asuransi kecelakaan.

Sementara Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Argadija Putra, saat ditemui Warta Viral tidak ada di tempat. “Bapak sedang tugas keluar memantau proyek kereta cepat,” ujar salah seorang petugas di bagian pelayanan Tilang di ruangan Lantas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi pada hari Kamis (18/8/2022). (Penulis : Rustam, Editor : Rekson)