Oleh : Rekson Pasaribu (Pemimpin Redaksi Warta Viral)

Penduduk Indonesia kiranya belum bisa hidup tenang. Setelah kasus pertama covid-19 berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada 14 Februari 2020..

Setelah kasus pertama covid-19 yang membuat Indonesia babak belur, kini datang lagi penyakit yang tak kalah mengkhawatirkan. Penyakit itu ialah cacar monyet atau monkeypox yang penyebarannya sudah masuk Indonesia.

Cacar monyet pertama masuk ke Indonesia dibawa seorang pria 27 tahun yang berasal dari DKI Jakarta yang diketahui baru pulang dari luar negeri. Masuknya wabah cacar monyet sudah diumumkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Wabah cacar monyet ialah penyakit zoonosis virus yang awalnya terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis di Afrika tengah dan barat. Namun, dalam beberapa bulan terakhir ia menular ke lintas benua dan membuat resah dunia. Cacar monyet diketahui telah menjangkiti setidaknya di 70 negara.

Saking meresahkannya, cacar monyet mendapat perhatian luar biasa. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan global pada Sabtu (23/7). Keadaan darurat global ialah tingkat kewaspadaan tertinggi WHO. Ia merupakan alarm paling keras agar seluruh negara bangun untuk bersama-sama mencegah penularan.

Sekarang, selain cacar monyet, status darurat kesehatan global juga diperuntukkan buat covid-19 dan upaya pemberantasan polio. Covid-19 bahkan masih dalam label pandemi. WHO tentu tak asal membuat status. Mereka punya pertimbangan matang, sangat matang, ketika menetapkan ancaman cacar monyet sebagai keadaan luar biasa.

Selain karena semakin banyak negara yang terpapar, status itu dibuat karena dunia masih biasa saja menyikapi serangan virus yang bukan lagi biasa-biasa saja tersebut.

Dengan status darurat kesehatan global, dunia internasional diminta lebih responsif. Koordinasi antarnegara juga menjadi keniscayaan baik dalam pendanaan maupun berbagi vaksin dan perawatan.

Karena Indonesia sudah masuk wabah cacar monyet, kita pun mesti secepatnya bangun, lalu menyiapkan berbuat nyata untuk menghadapi cacar monyet.Cacar monyet memang tidak segarang covid-19. Menurut penelitian terbaru, sebanyak 95% kasus tertular melalui aktivitas seksual terutama antarlaki-laki. Akan tetapi, ia juga bisa menyebar dengan cara seperti penyebaran penyakit pada umumnya.

Kewaspadaan tingkat tinggi kiranya perlu dikedepankan pemerintah. Kita tak boleh lagi menganggap ringan setiap ancaman penyakit. Kita pantang mengulang kecerobohan seperti ketika menghadapi covid-19 lalu. Pada konteks itu, kita menyambut baik kesigapan

Kiranya pemerintah harus pula mempertimbangkan pemberlakuan screening bagi pelaku perjalanan dari negara-negara yang sudah terpapar cacar monyet. Yang tak kalah penting ialah meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Sosialisasi soal cacar monyet, cara penularannya, dan langkah-langkah mesti secepatnya digencarkan. Harus kita katakan, masyarakat masih awam perihal penyakit itu. Tidak banyak yang tahu, misalnya, cacar monyet juga dapat menular lewat benda mati yang terkontaminasi virus seperti handuk, tempat tidur, atau seprai. Sedikit yang paham bahwa ia dapat memapar pula melalui kontak dekat baik dengan orang maupun hewan yang terinfeksi.

Pun, percikan pernapasan atau cairan mulut penderita juga bisa menjadi transmisi virus ke orang lain. Pandemi covid-19 telah memaksa kita untuk bergaya hidup sehat dengan patuh pada protokol kesehatan. Gaya hidup itu ialah benteng utama untuk menangkal cacar monyet. Gaya hidup itu harus kembali ‘dipaksakan’ pada masyarakat. (@@)