Oleh : Rekson H. Pasaribu (Pemimpin Redaksi Warta Viral)

HUTAN merupakan salah satu sumber oksigen bagi makhluk hidup. Hutan juga menjadi kawasan tempat tinggal untuk satwa. Dalam kehidupan manusia, hutan telah membawa banyak manfaat. Contohnya mencegah banjir, tanah longsor, menjadi sumber oksigen dan lain sebagainya. Namun, sayangnya kini banyak manusia yang melakukan penebangan liar atau illegal logging. Penebangan hutan secara liar bisa diartikan sebagai aktivitas penebangan hutan secara ilegal atau tanpa izin.

Praktek pembalakan liar (illegal logging) di wilayah Kecamatan Pasaribu Tobing di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara terutama kawasan Pegunungan Bukit Barisan masih marak terjadi.

Kecamatan Pasaribu Tobing yang terdiri dari sembilan desa, yakni Desa Suga-suga Hutagodang, Desa Suka Maju, Desa Makmur, Desa Pasaribu Tobing, Desa Aek Nadua, Desa PO Simargarap, Desa Simargarap, Desa Sidaling dan Desa Sipakpahi menjadi lahan pelaku pembalakan liar atau ilegal logging.

(Petugas Polhut Tinjau Lokasi Pembalakan Liar)

Kerusakan lingkungan dan berkurangnya tutupan hutan diyakini menjadi penyebab utama bencana banjir besar dan tanah longsor di Kecamatan Pasaribu Tobing dan Kecamatan Sorkam disamping fenomena curah hujan yang tinggi.

“Praktek pembalakan liar sudah berlangsung lama terjadi di kawasan Gunung Bukit Barisan, baik yang dilakukan oleh masyarakat skala kecil maupun yang diduga dibekingi cukong serta aparat.

Hal itu terbukti saat anggota Polsek Sorkam mengamankan barang bukti kenderaan pickup yang mengangkut 73 papan kayu Meranti dan kayu Kapur beberapa hari yang lalu.

Aktivitas pembalakan liar ini telah menyebabkan terjadinya kerusakan parah kawasan hutan di bagian hulu pegunungan. Warga sendiri sudah berulang kali melaporkan kasus pembalakan liar ini kepada pemerintah daerah lewat Polisi Hutan (Polhut) di Pandan, Tapteng maupun ke pihak aparat Polsek Sorkam, namun sejauh ini belum ada tindakan tegas.

“Operasi penertiban tidak pernah dilakukan oleh Polhut dan Polri, sehingga praktik pembalakan liar terus terjadi,” ungkap salah seorang Tokoh Masyarakakat inisial KS kepada Warta Viral, Selasa (19/7/2022).

KPH dan Polisi Hutan yang bekerja sama dengan TNI-Polri masih belum berhasil menindak tegas praktik kejahatan yang mengancam sumber daya kehutanan terutama pembalakan liar.

Sejauh ini aparat polisi hanya menyita puluhan barang bukti berupa potongan kayu, Papan Kayu Mahoni dan kenderaan pengangkut kayu.

Luas Kecamatan Pasaribu Tobing yang mencapai 103,36 km², menjadi kendala petugas Polisi melakukan tangkap tangan kepada pelaku pembalakan liar, apalagi jarak kantor Polsek Sorkam dengan Desa Simargarap di Kecamatan Pasaribu Tobing lebih dari 21 kilometer.

Deforestasi hutan di Pasaribu Tobing ini dinilai banyak pihak menjadi pemicu bencana banjir besar di daerah Pagaran Onan. (Rekson).

(Polhut Pandan di TKP pembalakan liar)