Jakarta, (Warta Viral) – Setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan penghitungan kerugian negara kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat atas dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Tahun Anggaran 2018 di SMKN 53 Jakarta Barat sebesar Rp 2,3 milyar.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Dwi Agus Argianto langsung menahan kedua tersangka yakni Widodo selaku mantan kepala SMKN 53 dan Muhammad Faisal selaku mantan staf Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat I.

“Kepada kedua tersangka ditahan di Rutan Salemba Jakarta Timur selama 20 hari mendatang, setelah menyerahkan diri pada Kamis, 14 Oktober 2021”, ujar Dwi, Sabtu (16/10/2021).

Informasi Warta Viral menyebutkan, kasus ini mencuat berawal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan kasus ini kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat hingga diketahui penghitungan kerugian negara pada kasus BOS dan BOP Tahun Anggaran 2018 di SMKN 53 Jakbar.

Dari total nilai anggaran BOS dan BOP, senilai Rp7.897.710.632, telah ditemukan penyalahgunaan anggaran baik kurang lebih sebesar Rp2.399.211.203.

Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Rekson)