Jakarta, (Warta Viral) – Para peternak ayam melakukan unjuk rasa dengan membawa spanduk dan telur di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Pasalnya, akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berkepanjangan, para peternak ayam di berbagai daerah terancam tak bisa melanjutkan usaha mereka lantaran harga jual yang hingga saat ini berada jauh di bawah harga pokok produksi peternak.

Para peternak dipaksa untuk rela melepas hasil ternak mereka dengan harga Rp 9.500 – Rp 10.000/kg, padahal menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020, harga ayam di tingkat peternak seharusnya berada di level Rp 19.000-21.000/kg.

Ketua Pataka Ali Usman mengatakan jebloknya harga telur di pasaran disebabkan kelebihan pasokan. Disinyalir hal itu terjadi karena beberapa perusahaan besar ikut budi daya ayam petelur.

Selain itu jebloknya harga telur tidak dapat dihindari karena daya beli masyarakat turun akibat PPKM di berbagai daerah. Apalagi, industri hotel, restoran, dan kafe alias horeka yang cukup banyak menyerap telur ikut menahan pesanannya. Hal ini membuat pasokan telur berlebih di tengah masyarakat. (Rademan)