Jakarta, (Warta Viral) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk segera mengusut APBD DKI Jakarta untuk anggaran Revitalisasi Monas paskah batalnya penggelaran ajang balap mobil listrik formula E di kawasan cagar budaya Monas.

“Proyek Revitalisasi Monas sudah mulai dikerjakan memakai uang rakyat dari APBD DKI Jakarta. Sementara, balapan formula E nya dibatalkan di Monas, apakah itu tidak merugikan negara ?,” ujar Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Korupsi (GAK) Jakarta, Kampanye Sitanggang kepada Warta Viral, Jumat (8/10/2021).

Menurut Kampanye, proyek Revitalisasi Monas mulai dari pemasangan aspal hingga anggaran penebangan 190 pohon di sisi selatan kawasan Monas dan hingga infrastruktur yang sudah dibuat di Monas.

KPK harus turun tangan mengusutnya sampai terang benderang atas kasus terbengkalainya proyek Revitalisasi Monas, supaya masyarakat mengetahui berapa sih kerugian negaranya? dan siapa sebenarnya yang bertanggungjawab atas dugaan kerugian negara itu, tegas kampanye.

Sebelumnya Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu Daryoto sebagai pelaksana Formula E membenarkan membongkar batu alam kemudian melapisinya dengan aspal serta melapisi batu alam dengan aspal sehingga lantai Monas.

Rutenya melalui Jalan Medan Merdeka Selatan dari arah Gambir menuju Patung Arjuna Wiwaha, belok kanan ke Jalan Silang Monas Barat Daya, masuk ke kawasan Monas, belok kiri ke sisi barat, lalu putar balik, belok kiri ke sisi selatan, keluar kawasan Monas melalui Jalan Silang Monas Tenggara, lalu kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Revitalisasi Monas dimulai dari uji coba pembangunan dan infrastruktur akan dibangun semacam amphitheater atau area terbuka dengan tempat duduk berundak-undak yang digunakan untuk pertunjukan maupun aktivitas olahraga. Akan dibangun kolam pantulan bayangan (reflection pool). (Rekson/Rademan)