Jakarta, (Warta Viral) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin ketakutan menjalani interpelasi. Pasalnya, pembahasan resmi anggaran triliunan rupiah yang asalnya dari keringat rakyat, seharusnya di rapat paripurna yang terhormat bukan lewat internet ataupun selebaran dari argumentasi dangkal yang disampaikan oleh Dinas Komunikasi, Informatik, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta.

“Keterangan tertulis yang dikeluarkan Diskominfotik terkait keterangan tertulis Formula E Jakarta berjudul ‘Katanya vs Faktanya Formula E’, adalah dangkal tanpa sumber data, lampiran dokumen resmi, maupun nama penanggung jawab yang membuat dokumen,” ujar Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Untayana melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (2/10/2021).

“Mengungkap fakta itu harus berdasarkan data, bukan asumsi apalagi angan-angan. Kami heran mengapa Gubernur Anies tidak pernah menjelaskan sendiri soal Formula E, apa memang Gubernur tidak percaya diri sehingga harus sembunyi dan menunjuk Diskominfotik?” ucapnya.

Justin mengatakan Pemprov DKI juga belum menyerahkan revisi studi kelayakan Formula E Jakarta dan juga kesepakatan Jakpro dengan FEO (Formula E Operations) terbaru yang disebut-sebut dalam publikasi Diskominfotik kepada DPRD DKI meski berkali-kali diminta di berbagai forum rapat komisi ataupun rapat paripurna DPRD DKI.

Sampai kini kami belum terima dokumen resmi terkait Formula E, apa hanya segelintir anggota DPRD DKI yang diundang makan malam di rumah dinas Gubernur bisa lihat?” pungkasnya.

Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR) Dedek Prayudi alias Uki menyindir para pihak yang menolak rapat Paripurna Interpelasi Formula E di DPRD DKI Jakarta.

“Jika mereka bukan maling, maka mengapa harus takut buka-bukaan di interpelasi. Jika memang tidak ada masalah dari Formula E, tujuh fraksi itu bisa datang mendengar penjelasan interpelasi.,” ujar Dedek Prayudi. (Rekson/Rademan)