Jayapura, (Warta Viral) – Presiden Joko Widodo bertolak ke Provinsi Papua guna melakukan kunjungan kerja bersama rombongan terbatas.

Presiden lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 09.20 WIB.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden diagendakan untuk membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, hingga meresmikan sejumlah infrastruktur.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Papua antara lain Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin, serta Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar.

Setelah menempuh penerbangan kurang lebih lima jam, Jokowi dan rombongan tiba di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat, 1 Oktober 2021, pukul 16.20 WIT.

Presiden Jokowi langsung mengalungkan noken. Kepala Negara juga disambut dengan tarian selamat datang khas Sentani dengan iringan tetabuhan tifa.

Presiden dan rombongan langsung menuju hotel untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja esok hari.

Turut menyambut kedatangan Presiden di Bandara Sentani yaitu Pangkogabwilhan III Letjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, dan Pangkoopsau III Marsda TNI Samsul Rizal, sedangkan Gubernur Papua Lukas Enembe menyambut di Hotel tempat Presiden bermalam.

Dalam perjalanan dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menuju hotel, rangkaian kendaraan Presiden Jokowi sempat berhenti sesaat. Presiden hendak membeli noken, tas rajutan asli papua dari mama penjual di pinggir jalan.

“Tas apa ini?” tanya Presiden kepada Paulina Adi, salah seorang mama penjual noken di pinggir Jalan Raya Hawai Sentani, Jayapura.

“Ini tas terbuat dari kulit kayu, Bapak,” ujar Paulina.

Setelah melihat-lihat dan memilih, Presiden kemudian memutuskan untuk membeli dua noken.

Selain Paulina Adi, ada juga Anastasya Keren dan Yulita Tebay yang juga menjual noken hasil rajutannya sendiri. Mereka berharap dengan adanya perhelatan PON XX di Papua, akan banyak orang yang membeli tas rajutan asli Papua tersebut. (Rekson)