Dairi, (Warta Viral) – Dinas Pertanian Kabupaten Dairi melalui Kabid Tanaman Pangan Siska Tampubolon mengatakan gangguan OPT dan hama yang terjadi pada tanaman petani akan tetap di pantau oleh pengendali OPT Kabupaten Dairi.

Hal ini dilakukan untuk  meningkatkan produksi pertanian OPT adalah gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan hama. OPT dapat menyerang tanaman mulai dari persemaian atau pembibitan sampai panen, bahkan sampai hasil disimpan.

Perlindungan tanaman sangat penting, untuk menjamin kepastian hasil dan memperkecil resiko berproduksi sesuatu tanaman.

Baru-baru ini pengendali OPT bekerjasama dengan pihak terkait melakukan upaya melakukan penyemprotan di areal persawahan Desa Pasi Kecamatan Berampu. Kamis (11/2/21).

Di jelaskan oleh Siska, terdapat seluas 15 hektar areal di desa pasi  ditanami padi varitas jenis Ciherang yang saat ini telah berusia tanam  60 hari lebih, sebahagian dari tanaman tersebut kata Siska sudah terserang hama blast terkait dengan itu setelah menerima laporan dari kelompok tani Koordinator PPL dan PPL langsung di sikapi dengan melakukan gerakan Pengendali Hama (Gerdal).

“Kita mendapat Laporan dari kelompok tani ada serangan Hama Blast ke PPL, berkat laporan itu  kita langsung turun dan melakukan gerdal. “Ini spontan saja dengan memberikan bantuan obat-obatan ke kelompok tani,” ujarnya

Langkah yang di lakukan ini mendapat appresiasi dari ketua kelompok tani Nduma, Mawardi Ujung

“Koordinasi kami dengan PPL dua hari lalu soal adanya gangguan Hama Blast dan spontan datang bantuan ini. Mudah mudahan panen tahun ini lebih baik dari sebelumnya” ujarnya.

Dan terkait dengan  bibit padi dan  ketersediaan pupuk, tambah Ujung,  bibit padi merupakan  bantuan pemerintah dari Dinas Pertanian dan termasuk juga  dengan pupuk bersubsidi tidak ada kendala dan sudah tersedia di kios pupuk.

“Bibit bantuan pemerintah dan pupuk sudah ada di kios untuk KT Nduma,” imbuhnya.

Sementara itu Koordinator PPL Kecamatan Berampu, Rohlita Tumanggor mengatakan luasan lahan persawahan irigasi di seluas 418 hektar yang tersebar di enam desa dan sebagian juga ada petani menaman padi Gogo dilahan perladangan.

Sedangkan jumlah rata-rata produksi perhektar, Rohlita  menjelaskan untuk produksi per hektar per satu musim tanam mencapai 5 sampai 5,5 ton dengan varitas padi yang umumnya ditanam jenis Ciherang dan  Mekongga. Untut varitas invari 32 seperti di Kecamatan Lae Parira, belum pernah diuji coba di Berampu.

Dengan kegiatan Gerdal ini, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Resim Siska Tampubolon berharap hasil produksi padi bisa dipertahankan hingga paska panen.

“Dengan adanya kegiatan Gerdal yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, kiranya kelak hasil panen/pertanian di Desa Pasi Kecamatan Berampu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan kedepannya kedepan kegiatan ini dapat terus berlanjut” ujarnya. (Kris)