Dairi, (Warta Viral) – Dalam rangka persiapan pelaksanaan MTQ ke-46 Kabupaten Dairi tahun 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021, Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Dairi Lindung Kaloko  audiensi kepada Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu di Pendopo Bupati Dairi pada Rabu (3/2/21).

Hadir pada saat itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jonny Hutasoit, S.Sos, Ketua LPTQ Kabupaten Dairi Wahlin Munthe, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Dairi Drs. H. Saidup Kudadiri, MM, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Dairi Antonius Sinaga.

“Menyikapi surat dari LPTQ Provinsi Sumatera Utara bahwa pelaksanaan STQ tingkat Provinsi Sumatera Utara akan dilaksanakan pada bulan April 2021. Maka untuk Dairi pelaksanaan MTQ akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021,” ujarnya.

Pelaksanaan kali ini kata Lindung Kaloko, dikarenakan sekarang ini masih dalam situasi pandemi covid 19 maka sesuai dengan kesepakatan  acar pembukaan akan dilaksanakan secara virtual di Balai Budaya Sidikalang, sedangkan  rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan MTQ nantinya seperti Pawai Taaruf di tiadakan untuk menghindari  terjadinya kerumunan ataupun pengumpulan massa.

Dalam audiensi itu juga berbagai usulan maupun saran diutarakan terkait dengan teknis pelaksanaan lomba yang direncanakan akan dilaksanakan secara virtual juga.

“Hal itu direncanakan untuk mengurangi massa dan terjadinya kerumunan. Pelaksanaan MTQ juga nantinya akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah terjadinya penyebaran covid-19,” pungkas lindung

Sementara itu, Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi siap untuk mendukung dan bersinergi dengan LPTQ Kabupaten Dairi untuk mensukseskan pelaksanaan MTQ ke-46 tingkat Kabupaten Dairi yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021.

Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan beberapa saran kepada LPTQ Kabupaten Dairi diantaranya agar pelaksanaan MTQ tersebut nantinya dilakukan secara virtual untuk menghindari terjadinya kerumunan atau pengumpulan massa serta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat (Kris)