Dairi, (Warta Viral) – Camat Siempat Nempu Hulu (Sinehu), Iis Hamidah Ujung melakukan penanaman jagung jenis Pioner 32 bersama dengan Kelompok Tani (KT) Sepakat Tani, Dusun Juma Sibira, Desa Kuta Tengah penanaman benih jagung didampingi Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Jumat, (29/1/21).

Bibit jagung jenis Pioneer 32 merupakan bantuan stimulan dampak Covid-19 dari pemerintah yang tujuannya untuk menyangga ketersediaan pangan dimasa pandemi Covid-19 dalam waktu 2 saja Lahan jagung seluas satu hektar dari lima hektar yang dikelola KT Sepakat Tani tuntas ditanami jagung

“Hari ini kita melakukan penanaman bibit jagung pioner dilahan milik masyarakat. Ini bantuan dampak covid-19 dari dana bantuan tidak terduga Pemerintah Kabupaten Dairi. Kelompok Tani Sepakat ini menjadi kelompok tani yang perdana dalam penanaman bibit jagung pioner di Desa Kuta Tengah,” ujar Lilis.

“Kami berharap tanaman bisa tumbuh baik dimusim penghujan saat ini dan panen bisa memuaskan, petani lebih unggul dan petani lebih mandiri. Harga jual jagung yang tinggi ketika panen tiba. Intinya semua ini untuk kesejahteraan petani, itu harapan kita semua,” ujarnya.

Terkait dengan ketersediaan stok pupuk bersubsidi yang sering dan masih menjadi keluhan petani  Iis mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian agar pupuk didistribusikan ke kios untuk ditebus petani.

“Terkait pupuk subsidi, saat ini belum ada informasi pasti karena kita  baru selesai menyusun RDKK (Rencana Dedenitif Kerja Kelompok). Namum sudah dikordinasi dengan dinas terkait,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut kinerja Camat Sinehu mendapat apresiasi dari salah seorang ketua kelompok bermarga Hutasoit  Ia menjelaskan bantuan bibit jagung yang diterima kelompoknya sebanyak 15 pack dengan ukuran 5 kilogram untuk luas lahan tanam 5 hektar.

“Terima kasih kepada Ibu Camat dan PPL dapat hadir memberi wejangan kepada kami petani saat penanaman jagung ini,” katanya di sisi lain kendala pupuk bagi para petani di harapakan oleh Hutasoit agar Pemkab Dairi segera mengawasi distribusi pupuk bersubsidi.

Dia menjelaskan bahwa  14 hingga 21 hari paska tanam, tanaman sangat membutuhkan pupuk untuk perkembangan untuk itu dia berharap ada kepastian keberadaan pupuk bersubsidi karena menurutnya tanpa pupuk pertumbuhan jagung tidak akan stabil selain itu juga  di katakan hutasoit petani akan merugi jika membeli pupuk non subsidi sekalipun harga jagung mencapai Rp 3500/kg petani akan tetap merugi maka itu petani mereka sangat besar harap sekali agar pupuk segera di salurkan. (Kris)