Dairi, (Warta Viral) – Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu membuka secara resmi pelaksanaan Rapat Evaluasi Sensus Penduduk 2020 (SP2020) September sekaligus menjadi pembicara dalam acara tersebut acara ini diikuti oleh beberapa pimpinan OPD ,Camat se-Kabupaten Dairi, mewakili Kades/Lurah se-Kabupaten Dairi, Senin (21/12/2020) di Balai Budaya Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Bupati Dairi Dr.. Eddy Keleng Ate Berutu dalam sambutannya menyampaikan data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, dimana kini data lebih berharga dari pada minyak. Diakuinya, pembangunan memang sangat penting, namun pembangunan tanpa data akan sangat mahal. Tidak hanya berdasarkan reka, kira-kira atau perasaan saya untuk memberikan alasan pembangunan tersebut, perencanaan strategi pembangunan berbasis data akan mempermudah pelaksanaan pekerjaan dan pembangunan itu sendiri.

“Saat pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak bagi masyarakat. Menggunakan data yang tepat akan mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat saat ini. Misalnya saja, kita dapat memetakan bantuan apa yang diperlukan oleh masyarakat, siapa yang menerima, didaerah mana dan kapan saat yang tepat juga perlu dikaji dengan data. Dengan demikian inklusi-eksklusi error dapat dikurangi” ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu juga menyampaikan pentingnya kolaborasi saat ini memberikan keterikatan yang akan memberikan makna saling. Beberapa waktu lalu, kolaborasi antara BPS dan Pemerintah Dairi sangat mesra terjalin terutama saat pelaksanaan Sensus Penduduk 2020. Diakuinya, bukan hanya BPS yang membutuhkan Pemkab Dairi, atau Pemerintah Dairi yang membutuhkan BPS namun kedua pihak saling membutuhkan.
“Kerjasama antara Pemda dan BPS selama ini sangat membantu Pemerintah Daerah dalam menjalankan Pemerintahan. Selama ini BPS sudah memberikan berbagai data kepada Pemda seperti permintaan dari Dinas Pendapatan untuk peta digital, data strategis, harga-harga komoditas pertanian. Selain itu, keberhasilan Sensus Penduduk pada SP2020 Online dan SP2020 September juga berkat kerjasama antara BPS dengan Pemkab Dairi, sehingga Dairi bisa mendapatkan peringkat terbaik dan Bupati Dairi diundang sebagai Keynote Speaker saat rapat pimpinan BPS se-Sumatera Utara di Berastagi,” tuturnya.

Bupati Dairi Eddy Berutu mengatakan hasil sensus ini harus dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan.

” Untuk menjadi kajian kita seperti hasil sensus menyimpulkan penduduk usia produktif Dairi banyak melakukan migrasi keluar, maka kita harus menyusun kebijakan dari fakta data ini. Penduduk usia produktif adalah harapan kita dalam menggerakkan ekonomi. Maka diperlukan kebijakan insentif seperti capacity building atau pelatihan kepada anak-anak muda”, pinta Bupati.

Selanjutnya, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu juga sangat mengapresiasi penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Dairi dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Dairi. Dengan adanya MoU ini, diharapkan akan mempermudah kerja sama diantara dua pihak dalam rangka manajemen data untuk memperkuat sistem statistik nasional dan setiap OPD di Pemerintah Kabupaten Dairi bisa menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Ibu Taulani, S.Si, MA. Dalam sambutannya mengatakan kepedulian Bupati Dairi dalam hal pentingnya data sangat luar biasa. Hari ini kita menyaksikan Bapak Bupati memberi reward kepada Camat terbaik dan Kepala Desa/Lurah terbaik sebagai salah satu buktinya. Hal yang sangat membanggakan Dairi menjadi juara pertama tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam SP online meski dari sudut ketersediaan jaringan kalah dibanding kota-kota lainnya.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara menambahkan saat pemaparan Bupati Dairi sebagai keynote speaker, kami tidak saja melihat kepedulian Bupati Dairi dalam hal data yang akurat tetapi kapasitas beliau sangat menonjol.

Dalam hal SP2020 September juga atas dukungan yang luar biasa Bapak Bupati Dairi dan Camat/Kades/Lurah berhasil mengumpulkan data dengan baik mendekati angka dari Dukcatpil atau sekitar 95 persen, suatu angka yang sudah sangat mendekati. Harapan saya rekonsialisasi data antara BPS dan Disdukcatpil akan lebih mudah dilakukan dalam semangat Satu data Indonesia.

Data sensus penduduk 2020 ini sebagai Langkah awal kita dalam menuju Satu Data Indonesia sesuai amanat Keppres 39 tahun 2019. Kita akan mempunyai satu data. (Kris)