Dairi, (Warta Viral) – Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia secara virtual sedunia yang di hadiri langsung oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dari Istana Negara di dampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Penunjang KPK Jakarta, di ikuti oleh Bupati Dairi Edy Keleng Ate Berutu di dampingi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Dairi Hotmaida Dina Uli Butar Butar, ST., MT serta Kepala Inspektorat Kabupaten Dairi Budianta Pinem.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah terus mereformasi sektor layanan publik dan sektor perizinan untuk memperkecil peluang terjadinya korupsi. Dari istana negara, Presiden menyampaikan reformasi di sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat banyak, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan menjadi perhatian utama pemerintah.

“Sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat banyak, sektor-sektor yang mempengaruhi ekosistem berusaha terutama pada UMKM menjadi perhatian utama pemerintah, ”ujar Presiden RI dalam sambutannya.

Presiden menyampaikan, bahwa pemerintah akan terus mereformasi secara struktural dan besar-besaran, tumpang tindih regulasi dan birokrasi yang rumit akan dipangkas dan disederhanakan yang kemudian didukung dengan penggunaan teknologi digital seperti e-budgeting, e-procurement, e-audit dan aplikasi yang lainnya.

Pembenahan sistem tersebut diutarakan Presiden memerlukan dukungan pengawasan efektif dari internal maupun eksternal yang melibatkan beberapa lembaga diluar pemerintah dan juga partisipasi publik.

“Profesionalitas aparat penegak hukum mempunyai posisi yang sentral dalam penindakan dan juga pencegahan korupsi, ”ujar Presiden.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri dalam laporannya mengatakan, KPK bertekad untuk memperkuat komitmen dan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Memperluas keterlibatan masyarakat secara aktif dalam sosialisasi nilai-nilai anti korupsi, sehingga dapat meningkatkan pemahaman, termasuk dalam gerakan-gerakan pencegahan korupsi. Dengan demikian, diharapkan budaya anti korupsi akan tumbuh kembang di seluruh elemen masyarakat dan anak bangsa”, kata Ketua KPK. (Kris)